Suasana lapangan Pancasila Palopo di bagian utara. Gambar direkam Senin (15/10/18) sore. (ft/asmar)

PALOPO — Lapangan Pancasila Palopo pasca direvitalisasi pada akhir tahun 2017 lalu menjadi ikon baru di kota idaman. Setiap harinya, lapangan yang kini terkoneksi dengan kantor walikota Palopo itu kian ramai dikunjungi masyarakat.

Kondisinya jauh beda sebelum lapangan tersebut direvitalisasi. Bahkan tidak hanya menjadi pusat olahraga, lapangan yang sudah diguyur anggaran Rp9 miliar lebih itu kini menjadi pusat kuliner dan tempat bermain anak.

BACA JUGA :Dulu Banyak yang ‘Nyinyir’ Lapangan Pancasila Kini Menjadi Ikon Palopo

Keindahan kawasan lapangan Pancasila Palopo juga menjadi berkah tersendiri bagi ratusan warga Palopo. Dari data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, tercatat ada 146 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggantungkan hidup di emperan lapangan. Permalam, para PKL mendapat keuntungan dari ratusan hingga jutaan rupiah. Mereka bahkan ketiban rejeki ketika Sabtu malam datang.

“PKL di lapangan Pancasila terus tumbuh, catatan kami sudah ada 146 PKL yang menjual aneka makanan dan lainnya,” kata Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Andi Enceng, Senin (15/10/18).

Semakin suburnya PKL di lapangan Pancasila Palopo membuat Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Palopo mulai was-was. Mereka khawatir jika terus dibiarkan, kawasan lapangan Pancasila Palopo akan jorok dan kumuh.

“Untuk mengantisipasi hal itu terjadi, dalam waktu dekat kita akan lakukan penataan. Di sana sudah mulai terlihat semrawut,” sebut Enceng.

Enceng melihat lapangan Pancasila Palopo kini terkesan terlihat seperti pasar. Hal ini kata dia tidak boleh dibiarkan.

“Kita harus antisipasi. Lapangan Pancasila bukan pasar tapi kawasan wisata kuliner. Kita akan segera menata dengan menggandeng instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Bapenda dan lainnya,” tandas Enceng.

BACA JUGA :Palopo Jajaki Kerjasama Kepariwisataan dengan Australia

Khusus untuk makanan yang disajikan, Dinas Kesehatan Palopo belum lama ini juga telah mengambil sampel dari berbagai jenis makanan yang dijual. Hasilnya aman. Dinkes tidak menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya.

Sementara itu, Walikota Palopo, HM Judas Amir mengaku bersyukur karena lapangan Pancasila Palopo kini makin hidup dan menjadi ladang penghasilan bagi ratusan masyarakat Palopo. Orang nomor satu di Kota Palopo itu sebelumnya memang sudah membayangkan, pasca revitalisasi lapangan pancasila akan semakin bergairah. Pihaknya sengaja menyediakan space untuk PKL, arena bermain anak hingga jogging track. (asm)