Usman
Usman

MATAHARI menampakkan keperkasaannya. Panas terik menyengat. Siap membakar siapa saja yang terpapar sinarnya. Membuat sebagian orang ogah beraktifitas diluar rumah dan memilih menghabiskan waktu libur mereka dengan keluarga masing-masing.

Namun hal berbeda yang dilakukan Usman (65). Dengan telaten pria yang berasal dari Soppeng ini membersihkan setiap makam yang berada di pekuburan Lokkoe. Ya, dia adalah kuncen (pemegang kunci) atau penjaga makam tertua di Kota Palopo itu.

Mengenakan pakaian biru tua dipadukan dengan celana pendek berwarna hitam jadi seragam andalannya siang itu. Tak lupa Kakek 15 cucu itu membawa peralatan tempurnya. Untuk memudahkannya membersihkan makam yang kotor, agar sedap dipandang mata bila ada anggota keluarga yang datang berziarah.

Sejak 20 tahun lalu, Usman telah menjaga dan merawat Pekuburan Lokkoe. Selain sebagai pemakaman umum, Lokkoe juga tempat peristirahatan terakhir Datu Kerajaan Luwu. Disudut area makam, sebuah bangunan persegi empat berwarna putih dengan atap berbentuk kerucut. Di dalamnyalah terdapat 38 Makam Datu’ Luwu. Diluar bangunan, terdapat pagar besi yang memisahkan antara makam keluarga kerajaan dengan makam rakyat biasa.

“Saya mulai jaga makam disini sejak tahun 1996,” kenangnya sambil membersihkan makam.

Bagi sebagian orang makam selalu dihubungkan dengan tempat tinggal makhluk tak kasat mata yang membuat bulu kuduk merinding. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Usman. Dia menggaku tidak pernah sekalipun melihat ataupun merasakan kehadiran makhluk tersebut. Hanya beberapa peziarah yang pernah mengalaminya.

“Alhamdullillah saya tidak pernah mengalaminya, tapi pernah ada pengunjung yang menangkap penampakkan saat mereka foto-foto,” ujarnya. Pria itu tetap tekun melakoni profesi yang telah digelutinya selama 20 Tahun. Usman juga berpesan kepada pembaca Seruya agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sebab kita tidak pernah tahu kapan Sang Khalik memanggil. (chaliq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 + three =