Kepala Distarcip Palopo, Anthonius Dengen, bersama tim Distarcip rapat koordinasi dengan 9 camat terkait program Sirine, untuk mengatasi dan meminimalisir banjir di Kota Palopo, di Kantor Distarcip Palopo, Senin (1/11/2016)-- ft ist--
Kepala Distarcip Palopo, Anthonius Dengen, bersama tim Distarcip rapat koordinasi dengan 9 camat terkait program Sirine, untuk mengatasi dan meminimalisir banjir di Kota Palopo, di Kantor Distarcip Palopo, Senin (1/11/2016)-- ft ist--

KORAN SeruYA–Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Palopo memprogramkan Sistem Jaringan Drainase atau Sirine untuk menangani banjir di Kota Palopo. Program Sirine ini akan dilaksanakan secara terpadu di 9 kecamatan tahun 2017 mendatang.

Kepala Distarcip Palopo, Anthonius Dengen, menyatakan, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan 9 camat dan 48 lurah se Kota Palopo, untuk meminta usulan para lurah dan camat, terkait program Sirine tersebut.

“Program Sirine akan dimaksimalkan tahun 2017 mendatang. Sehingga, dalam bulan November ini, kami meminta usulan dari para camat dan lurah, terkait program Sirine agar bisa dianggarkan melalui APBD Pokok 2017, yang tidak lama lagi akan dibahas di DPRD,” kata Anthonius Dengen.

Anthonius menyebutkan, tim Distarcip Palopo telah mengadakan rapat koordinasi bersama 9 camat untuk membicarakan berbagai usulan para camat terkait pelaksanaan program Sirine. “Para camat sudah mengusulkan beberapa program penanganan dan penanggulangan banjir, terkait sistem jaringan drainase atau Sirine, dalam pertemuan bersama tim Distarcip,” katanya.

Camat Wara Timur, Baso Asnur, misalnya, contoh Anthonius Dengen, mengusulkan pembangunan Kanal Timur di wilayah Wara Timur untuk mengatasi dan menanggulangi banjir di wilayah Wara Timur. “Usulan Camat Wara Timur ini akan dikaji, termasuk akan disurvei lahannya supaya nantinya tidak muncul permasalahan di lapangan saat pembangunan Kanal Timur diwujudkan melalui program Sirine,” kata Anthonius Dengen.

Sementara Camat Wara Selatan, Awaluddin, mengusulkan normalisasi hilir Sungai Binturu, termasuk usulan beberapa pembangunan drainase di wilayah Wara Selatan. “Terkait program normalisasi hilir Sungai Binturu ini, akan dikoordinasikan dengan instansi terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum. Karena normalisasi sungai ini menjadi tugas Dinas PU,” katanya.

Camat Wara Utara, Ardias Ardas, masih dicontohkan Anthonius Dengen, mengusulkan pembangunan saluran pembuangan dipusatkan di Kelurahan Luminda. Ardias dalam rapat koordinasi, menyebutkan, saluran pembuangan tersebut bisa mengatasi banjir 4 kelurahan di Wara Utara.

“Begitupun dengan camat lainnya, ada usulan masing-masing terkait sistem jaringan drainase yang bermuara mengatasi banjir di wilayah masing-masing,” katanya.

Dijelaskan Anthonius, program sistem jaringan drainase atau Sirine ini, akan memperbanyak pembangunan buangan air mengarah ke sungai, seperti pembangunan saluran pembuangan air ke Sungai Boting, termasuk Sungai Amasangan.

“Kita akan bangun beberapa titik pembuangan air masuk sungai, termasuk perbaikan drainase di berbagai titik. Makanya, sebelum program Sirine dilaksanakan, maka kami meminta usulan dari para lurah dan camat,” kata Anthonius Dengen. (satriani)