Tim Satnarkoba Polres Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, mengamankan 3 wanita dalam kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Tiga wanita ini, yakni SN (23), NS (22), I (23) hanya bisa tertunduk malu saat lensa kamera menyorot mereka, saat diamankan polisi, Jumat (28/7) sore.
Tim Satnarkoba Polres Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, mengamankan 3 wanita dalam kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Tiga wanita ini, yakni SN (23), NS (22), I (23) hanya bisa tertunduk malu saat lensa kamera menyorot mereka, saat diamankan polisi, Jumat (28/7) sore.
Topik Populer
#Gempa Palu

 

KORANSERUYA.COM–Tim Satnarkoba Polres Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, mengamankan 3 wanita dalam kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Tiga wanita ini, yakni SN (23), NS (22), I (23) hanya bisa tertunduk malu saat lensa kamera menyorot mereka, saat diamankan polisi, Jumat (28/7) sore.

Berkat laporan warga, ketiga wanita itu digelandang ke Mapolres Palopo akibat menguasai ratusan butir obat daftar G.

“Kring Mobile Polres Palopo berhasil mengamkan 3 wanita yang kedapatan memiliki ratusan butir obat daftar G. Ini juga laporan dari masyarakat yang resah akibat ulah mereka,” Jelas Kapolres Palopo, AKBP taswin saat press rilis di Mapolres Palopo.

Ketiga wanita ini diamankan di dua TKP berbeda. Dari tangan mereka petugas berhasil mengamankan 570 butir Tramadol, 340 Destro, dan 142 Somadril.




Jenis obat tersebut jika dikonsumsi dalam dosis yang besar akan mengakibatkan penggunanya memiliki kepercayaan diri dan keberaniaan yang tinggi. Namun, jika dikonsumsi terus menerus dapat merusak sistem kerja otak dan mengakibatkan kecanduan.

“Jadi dua hari lalu, tepatnya tanggal 26 Juli 2017 Polres Palopo mengamankan 3 orang di dua TKP yang berbeda. SN dan I diamankan di Merdeka, kemudian NS diamankan di Nyiur,” kata AKBP Taswin.

Selain mengamankan ratusan butir obat daftar G, petugas juga mengamankan uang tunai senilai Rp 730 ribu serta dua buah HP. Ketiganya akan dijerat undang-undang kesehatan nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman kurungan penjara diatas lima tahun.

“Selai minuman keras, obat daftar G juga termasuk penyebab orang dapat melakukan tindakan kriminal. Oleh karena itu Polres Palopo akan terus berusaha memutus mata rantainya, agar angka kriminalitas di wilayah hukum Palopo menurun,” pungkasnya. (liq)