Pelaku, Putra alias Utta saat digelandang polisi. (ft/ist)
Pelaku, Putra alias Utta saat digelandang polisi. (ft/ist)

KORANSERUYA.COM–Penyesalan datangnya selalu terlambat. Begitu dialami Putra alias Utta, 19 tahun, pelaku pembunuhan mahasiswi UKI Toraja, Martina Marni, 21 tahun. Dia kini menyesali perbuatannya setelah ditangkap dan mendekam di balik jeruji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku adalah warga Kampung Gentengan, Desa Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek, Kabupate Tanah Toraja. Dia diringkus anggota Tim Khusus (Timsus) Polda Sulsel di bilangan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sabtu (23/12/2017).

Penangkapan Utta ini mulai menguak kasus pembunuhan Martina Marni. Berikut 7 fakta-fakta memilukan dibalik kasus pembunuhan sadis ini.

(BERITA TERKAIT): SADIS, Setelah Membunuh Pelaku Setubuhi Mayat Mahasiswi UKI Toraja

1. Kenal Lewat Facebook

Utta mengaku mengenal korban lewat sosial media (Facebook), sekitar 3 bulan lalu. Dari perkenalannya dengan Marni, Utta jatuh hati. Namun, Utta kecewa karena rasa sukanya kepada korban tidak berbalas. Bahkan, Utta sakit hati karena sering diejek jelek.

2. Tidak Ada Niat Membunuh korban

Putra alias Utta mengaku tidak berniat membunuh korban. Dia mengaku kejadian ini (pembunuhan) bermula saat dirinya tanpa sengaja bertemu korban di jalan, dan tiba-tiba rasa sakit hatinya muncul lantaran cintanya ditokak. Utta mengaku langsung menikam korban di bagian dada.

3. Korban Disetubuhi Setelah Tak Bernyawa

Setelah menikam korban hingga tak bernyawa, pelaku kemudian membawa jasad korban ke semak-semak. Saat itulah, Utta menyetubuhi korban sebanyak satu kali.

4. Jasad Korban Ditutupi Daun di Semak

Usai puas menikmati korban yang sudah tidak bernyawa, pelaku melarikan diri. Jasad korban dibiarkan tergeletak di semak-semak. Sebagian jasad korban ditutupi daun.

Jasad Martina Martina saat ditemukan di semak belukar hutan pinus Marrang, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, Selasa malam (19/12/2017) lalu.

Jasad Martina Martina saat ditemukan di semak belukar hutan pinus Marrang, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, Selasa malam (19/12/2017) lalu.

5. HP Korban Ikut Dibawa Kabur

Ternyata, Utta tidak hanya membunuh dan menyetubuhi jasad korban. Sebelum meninggalkan mayat korban, pelaku membawa barang milik korban, yakni ponsel korban.

6. Pemakaman Korban DitundaBREAKING NEWS : Ini Pelaku Pembunuhan Mahasiswi UKI Toraja, Ternyata Karena Cintanya Ditolak

Setelah mengetahui pelaku sudah ditangkap di Makassar, pemakaman jenazah korban sempat tertunda, Sabtu (23/12/2017). Penundaan pemakaman jenazah korban tersebut, karena tim dokter memeriksa jenazah korban. Pemeriksaan dilakukan tim dokter, setelah pelaku mengaku sempat menyetubuhi korban yang sudah dalam keadaan mayat.

7. Aksi 1.000 Lilin

Ratusan mahasiswa-mahasiswi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja menggelar aksi menyalakan seribu lilin di depan Kampus I Plaza Kolam Makale, Kamis (21/12/2017) lalu.

(BERITA TERKAIT): 

Aksi penyalaan lilin ini sebagai bentuk rasa duka mendalam bagi seluruh mahasiswa-mahasiswi UKI Toraja atas meninggalnya Martina Marni, mahasiswi perguruan tinggi tersebut, yang dibunuh secara sadis pada Selasa, 19 Desember 2017 di Mengkendek, Tana Toraja. Penyalaan lilin diawali dengan orasi ungkapan duka cita serta seruan perdamaian untuk Toraja dari rekan-rekan Marni sesama mahasiswa.

Ratusan mahasiswa-mahasiswi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja menggelar aksi menyalakan seribu lilin di depan Kampus I Plaza Kolam Makale, Kamis (21/12/2017) lalu.
Ratusan mahasiswa-mahasiswi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja menggelar aksi menyalakan seribu lilin di depan Kampus I Plaza Kolam Makale, Kamis (21/12/2017) lalu.

Diberitakan KORAN SeruYA edisi sebelumnya, hanya empat hari setelah membunuh secara sadis Martina Marni, mahasiswi UKI Toraja, petugas Timsus Polda Sulsel berhasil menangkap Putra alias Utta (19) di Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (23/12) sekitar pukul 11.00 wita tadi.

Pelaku adalah mahasiswa pelayaran Barombong berlamat di Kampung Gentengan, Desa Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja. Kepada petugas, Utta mengakui perbuatannya. Alasannya, karena korban menolak cintanya yang sudah terpendam sejak lama.

Bejatnya lagi, usai membunuh korban, pelaku juga mengakui sempat menyetubuhi mayatnya. (liq)