Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriyani bersama Umat Hindu menggunting pita pertanda dimulainya upacara Melasti, Sabtu (25/3).
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriyani bersama Umat Hindu menggunting pita pertanda dimulainya upacara Melasti, Sabtu (25/3).

KORANSERUYA,com. Ribuan umat Hindu di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, berkumpul di Pantai Setan-setan tepatnya di Desa Poreang, Kecamatan Tana Lili, Sabtu (25/3) siang tadi. Umat Hindu tersebut berkumpul dalam rangka Upacara Melasti.

Melasti adalah upacara pensucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu. Upacara Melasti digelar untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan.

Ini merupakan sejarah bagi Umat Hindu di Luwu Utara karena baru pertama kali digelar di daerah tersebut. Sebelumnya, jika melaksanakan Upacara Melasti, umat Hindu di Luwu Utara menggelarnya di Pantai Lemo Kabupaten Luwu Timur. Upacara ini juga dihadiri oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriyani, Ketua DPRD Luwu Utara, Mahfud Yunus dan Ketua Parisada Hindu Provinsi Sulsel, Nyoman Sumarya.

Pada kesempatan tersebut, Indah mengatakan, Pantai Setan-setan sebenarnya sangat menawan dengan bibir pantai sepanjang kurang lebih lima kilometer. Hanya saja, namanya yang mesti diubah karena kesannya angker dan keramat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, nama pantai tersebut awalnya adalah Seta-seta. Namun, sebagian masyarakat menyebutnya dengan Pantai Setan-setan sehingga melekat sampai saat ini. ” Nama pantai ini akan diganti menjadi Pantai Melasti. Karena merupakan sejarah bagi Umat Hindu di Luwu Utara,” katanya. Indah berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga pantai agar tetap bersih sehingga pengunjung bisa datang. (fim)