Cakka bersama saudaranya, AQM dan Buhari Kahar Mudzakkar
Cakka bersama saudaranya, AQM dan Buhari Kahar Mudzakkar
Topik Populer
#Gempa Palu

KORANSERUYA.COM–Calon Wakil Gubernur Sulsel, Andi Mudzakkar (Cakka) memanfaatkan akhir pekan dengan berkunjung ke Kabupaten Luwu Utara, Sabtu (05/08/17), hari ini.

Di kabupaten tetangga Luwu ini, pasangan Ichsan Yasin Limpo (IYL) memenuhi undangan pengurus PAN dan sejumlah organisasi kepemudaan setempat untuk bersilaturahmi, tepatnya di Warung Kopi Black Coffee Jalan Suhada, Masamba.

Di depan para politisi dan aktivis, Cakka yang dikenal merakyat tanpa pencitraan berlebihan, bercerita tentang alasan dan pertimbangannya maju di Pilgub Sulsel. “Kita selalu menggunakan kajian ilmiah. Aplikasinya adalah hasil survei,” tutur Cakka.

Selain itu, Bupati Luwu dua periode itu juga menjelaskan bahwa hasil keputusan keluarga juga menjadi pertimbangan besarnya maju bertarung.

“Saya masih konsisten apa yang menjadi keputusan keluarga. Saya mendengar keputusan keluarga yang dihadiri saudara, tante, dan sepupu saya itu. Cuma, saya tidak bisa sebut apa keputusan itu,” jelasnya sekaligus meluruskan isu yang banyak berkembang terakhir atas sikapnya maju berlawanan dengan saudaranya Ustaz Aziz Kahar Muzakkar.

(BACA JUGA): Suami Dibakar karena Dituduh Curi Amplifier Masjid, Istri Korban: Mereka Tidak Berprikemanusiaan




Cakka mengakui bahwa cukup banyak blackcampign yang menyerang dirinya terakhir ini. Bahkan sampai pada masalah ibadah. “Cuma saya jaga. Sebab, siapa mau baku sayang kalau bukan pada kita,” candanya disambut tawwa semua hadirin yang hadir.

Menurut Cakka, sebagai figur dirinya tidak ingin mengkritisi calon lain. Cukup kerja, kerja, dan kerja. Biarkan masyarakar menilai sendiri.

“Kita masuk pesta demokrasi, kita tetap harus punya etika dan kesopanan. Tidak boleh mengkiritisi orang. Sebab, paham saya adalah tidak ada calon yang programnya tidak bagus. Cuma aplikasinya ji. Dijalankan atau tidak. Kemudian apakah ada kepentingannya disitu atau tidak. Konsep besar saya di Pilkada adalah semua pasangan calon harus ada orang Luwu Raya,” harapnya.

Ketua DPD PAN Luwu Utara, Karimuddin mengakui bahwa memang cukup kencang kritikan terhadap Cakka belakangan ini. “Makanya kami mengundang hadir untuk mendengar langsung penjelasan dan sikapta soal isu terakhir ini. Biar juga teman-teman lain mendengar langsung,” kata Karimuddin.

(BACA JUGA): Ketika Napi Palopo Ikut Merayakan HUT Proklamasi

Ketua Komisi III DPRD Luwu utara itu juga sependapat Cakka soal isu dinasti. Katanya, tidak ada dinasti dalam pesta demokrasi yang melalui proses pemilihan langsung. Bukan penunjukan. “Pilgub ini penuh perjuangan. Yang menentukan rakyat,” jelasnya. (adn)