Ilustrasi
Ilustrasi

Koranseruya.com — Sebanyak 3 orang Dinas PSDA provinsi Sulsel yang bertugas di Kanjiro, Kecamatan Bone-bone Kabupaten Luwu Utara mempertanyakan Surat Keputusan (SK) pemberhentian sebagai tenaga kontrak.

Mereka masing-masing Rian dan Irbadz Firmansyah yang bertugas sebagai Petugas Pemelihara Saluran (PPS) serta Agus Salim yang bertugas sebagai petugas Pengatur Pintu Air (PPA).

Kepada Koranseruya.com Rabu (8/3), Irbadz Firmansyah mengatakan pemberhentian hanya disampaikan secara lisan oleh pimpinannya di wilayah Kecamatan Bone-bone, Saifullah. Namun hingga diberhentikan sejak 21 Februari lalu, mereka mengaku belum menerima SK pemberhentian.

“Kami hanya disampaikan lisan, tidak ada SK. Sementara dalam pengangkatan, kami di SK-kan dari PSDA provinsi pada tahun 2016,” keluh Firmansyah.

Rian juga mengaku, bersama dua rekannya selama bertugas, selalu menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi.

“Tidak ada masalah besar selama ini, kenapa tiba-tiba kami diputus kontrak,” katanya.

Terpisah, Saifullah yang dikonfirmasi Koranseruya.com membantah tidak adanya SK dari provinsi. Ia mengaku SK ada, dan SK pemberhentian itu berlaku sejak Januari 2017 lalu.

“SK-nya ada, berlaku sejak Januari 2017,” katanya.

Saifullah menjelaskan, mereka diberhentikan lantaran tidak bisa lagi dibina.

“Yang masih bisa dibina, kami pertahankan. Mereka ini sudah dua tahun diberi kebijakan dan dibina tapi tidak berubah. Makanya kontraknya untuk tahun ini tidak diperpanjang,” jelasnya. (asm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × 4 =