Anggota DPRD Palopo, Dahri Suli (kanan) berfoto bersama Anggota DPRD Palopo PAW dari PKB, Misbahuddin, bersama istri masing-masing, usai pelantikan di DPRD Palopo, Kamis (17/11/2016)-- foto israil laingly--
Anggota DPRD Palopo, Dahri Suli (kanan) berfoto bersama Anggota DPRD Palopo PAW dari PKB, Misbahuddin, bersama istri masing-masing, usai pelantikan di DPRD Palopo, Kamis (17/11/2016)-- foto israil laingly--

LAPORAN: Tari Lestari, Palopo

KORAN SeruYA–Kasus keracunan massal yang terjadi dalam tiga hari terakhir di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, memantik reaksi dari sejumlah kalangan. Tak terkecuali Anggota Dewan di daerah bermotto ‘Idaman’ ini.

Anggota DPRD Palopo dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dahri Suli, meminta aparat Kepolisian dan SKPD terkait di jajaran Pemkot Palopo, perlu menyikapi serius permasalahan ini, karena ditengarai banyaknya makanan dan minuman, serta bumbu masakan kadaluarsa yang masih diperjualbelikan di pasar.

“Jangan hanya mengamankan penjual es celup atau penjual jalangkote yang jualannya memicu keracunan massal. Ini bukan solusi,” kata Dahri Suli, Kamis (17/11/2016).

Dahri meminta aparat kepolisian dan SKPD terkait seperti Dinas Koperindag, Dinas Kesehatan, dan Satpol-PP turun mengadakan razia terpadu makanan dan minuman kadaluarsa, di tengah kian menjamurnya mini market berjejaring di kota ‘Idaman’ ini, termasuk razia terpadu ke pasar dan pusat perbelanjaan lainnya.

“Dua kejadian keracunan massal di Palopo, perlu disikapi serius. Jangan sampai kejadiannya terulang,” ujar Dahri.

Dikatakan Dahri, dinas terkait juga perlu mengeluarkan imbauan kepada pengelola pendidikan di daerah ini supaya kawasan pendidikan seperti sekolah tingkat SD dan SLTP, tidak bebas penjual jajanan karena tidak ada jaminan jika jajanan yang diperjualbelikan sehat dan layak konsumsi.

“Kejadian di Padang Lambe/Surambu, dimana 72 pelajar di daerah itu keracunan setelah mengkonsumsi es celup bisa dijadikan pelajaran berharga,” ujar Dahri Suli.

Untuk diketahui, kasus keracunan pertama terjadi di wilayah Padanglambe, Kecamatan Wara Barat. Sebanyak 71 pelajar di daerah itu keracunan setelah mengkonsumsi jajanan es celup yang dijual di sekitar sekolah mereka.

Kejadian yang sama kembali terjadi, Kamis (17/11/2016). Sebanyak 10 warga RT 03/ RW 03 Tanjung Ringgit, Kelurahan Pontap, keracunan setelah membeli jalangkote di kios dekat rumah mereka. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 + two =