MAKASSAR — Sekretaris Hanura Sulsel, Affandy Agusman Aris menentang tindakan Koordinator Wilayah Sulawesi DPP Partai Hanura, Bahar Ngitung. Pria yang kerap disapa Obama itu dilantik menjadi Ketua Tim Pemenangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzakkar (IYL-Cakka) pada Pilgub Sulsel mendatang di Hotel Clarion, Senin (20/11).

Pelantikan Obama menjadi bagian dari pemenangan IYL-Cakka amat bertentangan dengan putusan DPP Hanura. Pasalnya, partai besutan Oesman Sapta Odang (OSO) ini baru saja menyerahkan surat rekomendasi yang ditandatangani oleh ketua umum dan sekretaris jenderal untuk mengusung pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

Affandy menuturkan, sikap Obama sangat tidak mencerminkan sebagai kader Hanura. “Ini kayaknya dia sudah kepentingan pribadi. Bukan atas nama partai. Secara pribadi beliau lakukan itu, tentu ini akan menjadi pertimbangan partai nanti,” ujar Affandy, Senin (20/11).

Sebagai pengurus Hanura, lanjut Affandy, wajib untuk mengikuti keputusan DPP. Apalagi, Obama tercatat sebagai pengurus DPP.

“Tentu kalau ini diketahui oleh ketum, Pak OSO, pasti akan bersikap juga, apalagi ini menjadi ketua tim pemenangan,” bebernya.

“Tentu kalau kader Hanura bersikap bahwa dia harus tetap mengikuti keputusan DPP. Itu harus dipatuhi kan, untuk mengusung pak NH dan pak Aziz untuk Pilgub Sulsel,” imbuhnya.

Partai Hanura telah menyerahkan rekomendasinya kepada pasangan NH-Aziz di kediaman Ketua Umum DPD Hanura Sulsel, Andi Ilhamsyah Mattalatta, Jl. Lasinrang, Makassar, Sabtu (18/11).

Pria yang akrab disapa Deng IL ini telah mengimbau seluruh kader partai untuk solid memenangkan paket NH-Aziz pada gelaran Pilgub Sulsel.

“Kalau ada kader yang membelot itu tentu nanti kita akan kasih sanksi yang keras. Itu jelas, partai ini punya peraturan organisasi di mana kalau ada kader yang membelot harus disingkirkan dari partai. Tidak ada pilihan,” tegasnya. (rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 − 8 =