Ibu korban berharap anaknya bisa ditemukan
Ibu korban berharap anaknya bisa ditemukan

KORANSERUYA.com. Hari keempat pencarian terhadap Muhammad Faril (8) yang terseret arus sungai Paremang, Desa Kamanre, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu (22/3) belum juga membuahkan hasil.

Namun, Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) wilayah Bone, sudah meninggalkan lokasi pencarian, Rabu sore. Petugas kembali ke markasnya di Bone. ” Kami sudah meninggalkan lokasi. Tapi, pencarian masih tetap akan dilanjutkan oleh teman-teman BPBD Luwu dan Tim Tagana. Kondisi sungai sangat dalam,” kata Koordinator Basarnas Wilayah Bone, Andi Sultan, via ponselnya.

BACA JUGA : Sudah Satu hari Bocah di Luwu Ini Hilang Terseret Arus

Dia mengaku sesuai Standar Operasional Produr (SOP) pencarian untuk korban yang hilang dilakukan selama tujuh hari. Sultan beralasan pihaknya terkendala dengan sungai yang keruh dan sangat dalam sehingga menyulitkan pencarian. ” Semua peralatan sudah kita terjunkan tapi pencarian masih nihil. Biasanya untuk korban seperti ini, hari keempat sudah mengapung. Tapi di sini kondisinya lain,” ujarnya.

Kendala lainnya yang dihadapi petugas adalah di sungai tersebut banyak terdapat kayu dan bambu. Perahu karet milik petugas bisa rusak. Belum lagi, banyak sampah yang menumpuk di tengah sungai.

Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, Muhammad Jihad, mengatakan, walaupun Basarnas sudah meninggalkan lokasi, pihaknya akan tetap melanjutkan pencarian. ” Kami berharap doanya agar korban bisa ditemukan,” harapnya. (eca)