Kapolres Palopo, AKBP Taswin memimpin upacara pengibaran bendera raksasa di Pelabuhan Tanjung Ringgit.

KORANSERUYA.COM — Bendera Merah Putih raksasa dikibarkan di Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo, Selasa (15/8) sore. Ukuran bendera tersebut 8×10 meter. Pengibaran bendera merah putih raksasa itu merupakan rangkaian kegiatan yang digelar Polres Palopo dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72.

Tidak hanya dari Polres Palopo, acara itu juga dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Palopo beserta jajarannya. Sebelum mengibarkan sang Merah Putih raksasa, terlebih dahulu dilakukan Patroli Kemerdekaan yang juga diikuti Forpimda. Mereka mengelilingi Kota Palopo dengan menggunakan roda dua dan empat.

BACA JUGA :FOTO-FOTO : Semarak Kemerdekaan di Luwu Utara

“Kegiatan ini wujud rasa cinta kami kepada Tanah Air. TNI, Polri, dan Pemkot menjadi pilar bangsa dalam menjaga integritas NKRI,” jelas Kapolres Palopo, AKBP Taswin, Selasa (15/8).

Nuansa kemerdekaan semakin kental terasa dengan corak merah-putih yang menghiasi kendaraan mereka. Tak jarang juga peserta patroli kemerdekaan menggunakan pakaian yang menarik untuk menarik perhatian warga yang menonton arak-arakan itu.

Tepat pukul 15.30 Wita peserta Patroli Kemerdekaan tiba di Pelabuhan Tanjung Ringgit. Dengan komando dari Kapolres Palopo, AKBP Taswin upacara pengibaran bendera raksasa pun dimulai. Para peserta mengikuti dengan hikmat.

Detik-detik yang ditunggu akhirnya tiba. Dengan lantunan lagu Indonesia Raya bendera raksasa itu pun mulai dikibarkan. Sang Merah Putih akhirnya berdiri dengan gagah bersamaan dengan berakhirnya lagu ciptaan W.R. Supratman itu. Upacara itu hanya berlangsung singkat, sekira 30 menit.

BACA JUGA :Ini Pesan Walikota Palopo Sambut HUT ke-72 Proklamasi RI

Suasana menjadi sedikit haru saat para veteran mendatangi bendera raksasa untuk berfoto. Ingatan veteran itu kembali ke saat negeri ini masih berjuang untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan. Memori mereka kembali mengingat para teman seperjuangannya yang harus menebus nyawa mereka demi kemerdekaan. Tapi batinnya tetap bersyukur karena negeri ini tidak lagi dijajah bangsa lain.

“Kami cinta Indonesia, kami siap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. NKRI harga mati,” kata Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Kav Cecep Tendi Sutandi. (liq/kin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven − 2 =