Menpora, Imam Nahrawi

JAKARTA, SeruYA–Kementerian Pemuda Olahraga belum juga merealisasikan janjinya untuk membayar bonus atlet peraih medali di ajang Olimpiade dan Paralimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil.

Padahal even olahraga terakbar itu sudah tuntas dua bulan lalu. Kini Menpora, Imam Nahrawi memberi janji baru lagi. Katanya, bonus medali Olimpiade dicairkan awal November mendatang.

Ketika sejumlah atlet baru saja berlaga di Olimpiade, Imam menjanjikan mencairkan bonus medali olimpiade cair setelah Paralimpiade 2016 atau awal Oktober. Faktanya, janji itu tak terealisasi.

“Tanggal 2 November akan kami serahkan (bonus) kepada Owi/Butet (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir), Eko Yuli Irawan, Sri Wahyuni Agustiani, dan Ni Nengah Widiasih. Sekaligus kepada pelatih, asisten pelatih dan pihak-pihak yang mendukung mereka mengharumkan nama Indonesia (dalam ajang Olimpiade dan Paralimpiade 2016),” kata Imam di Kemenpora, Jakarta, Rabu (26/10).

“Dan kami jamin tidak ada potongan, pajaknya dianggung oleh negara,” sambung Imam.

Pemerintah memang telah berjanji akan memberikan uang bonus sebesar paling banyak Rp5 miliar bagi atlet peraih medali di ajang Olimpiade dan Paralimpiade 2016.

Bonus-bonus itu antara lain Rp5 miliar untuk atlet peraih medali emas, Rp2,5 miliar untuk peraih medali perak, dan Rp1 miliar untuk peraih medali perunggu. Jumlah tersebut tidak dibeda-bedakan baik untuk atlet Olimpiade maupun Paralimpiade.

Indonesia meraih satu medali emas dan dua perak dari Rio de Janeiro, Brasil. Medali emas dipersembahkan cabor bulutangkis melalui pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sedangkan dua perak disumbangkan cabor angkat besi, Eko Yuli Irawan di kelas 62 kg dan Sri Wahyuni di kelas 48 kg.

Adapun Ni Nengah sukses menyabet perunggu dari cabang olahraga angkat beban nomor di bawah 41 kilogram dalam ajang Paralimpiade.

Tak hanya atlet, para pelatih yang mengantarkan atletnya meraih medali juga diapresiasi dengan bonus.

Pelatih bulutangkis ganda campuran, Richard Mainaky yang diganjar Rp2 miliar serta dua pelatih angkat besi di Olimpiade, Dirja Wihardja dan Supeni yang masing-masing mendapatkan Rp 800 juta. Kemudian Koni Ruswanto yang melatih Ni Nengah mendapat Rp 400 juta. Semua itu pun dijanjikan bebas pajak.

“Semoga penyerahan bonus bisa dilakukan di Istana, sekaligus kami juga memohon arahan dari Pak Presiden (Republik Indonesia, Joko Widodo/Jokowi) terkait rencana peresmian Olympic Center,” kata Imam.

(jun)