LUTRA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara tengah menggagas sebuah wadah pendidikan berbasis kesiapsiagaan terhadap bencana, yakni Sekolah Siaga Bencana (SSB).

Guna mewujudkan hal itu, BPBD Luwu Utara melakukan serangkaian kegiatan Sosialisasi Pembentukan SSB di sejumlah wilayah, utamanya di wilayah yang acapkali terkena dampak bencana, seperti yang dilakukan di Desa Beringin Jaya Kecamatan Baebunta, Rabu (7/11/2018).

Tidak kurang 100 peserta hadir dalam sosialisasi ini, yang terdiri dari perwakilan SD, SMP, dan SMA. Bahkan guru dan komite sekolah juga dilibatkan sebagai peserta dalam sosialisasi.

Tampil sebagai narasumber, Asisten II, Syamsul Syair, Kepala Pelaksana BPBD Alauddin Sukri, dan Kepala Markas PMI Luwu Utara Andi Bachtiar. Hadir dalam acara pembukaan, Sekretaris Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, para Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan para Anggota Palang Merah Remaja.

Sosialisasi ini dibuka Bupati Luwu Utara melalui Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Utara, Syamsul Syair.

“Insya Allah, SSB ini nantinya juga akan kita tularkan ke sekolah-sekolah yang lain,” ujar Syamsul dalam sambutannya. Syamsul berharap, dengan adanya SSB ini, maka nantinya akan terbangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi terjadinya bencana di Luwu Utara.

Sementara itu, dari pihak sekolah sendiri, mengaku sangat merespon dan mengepresiasi rencana pembentukan Sekolah Siaga Bencana (SSB) di Kabupaten Luwu Utara, serta nanti akan ditindaklanjuti dengan pembentukan dan edukasi terkait kebencanaan serta cara-cara yang akan dilakukan jika terjadi bencana. (lh/hms/liq)