ilustrasi
ilustrasi
Topik Populer
#Gempa Palu

KORANSERUYA.COM — Ilh (21) warga Desa Lino, Kecamatan Sukamaju, Luwu Utara, tidak dapat berbuat banyak saat diamankan anggota Reskrim Polres Luwu Utar, Rabu (12/07) siang tadi. Pemuda yang kesehariannya sebagai petani itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah melakukan asusila terhadap salah seorang siswi SMA pada bulan Juni lalu.

BACA JUGA : Setahun Lagi Pensiun, Sekda Luwu Siap Bersaing di Pilkada

Informasi yang dihimpun, antara pelaku dan korban, sebut saja Mawar (17), punya hubungan spesial. Korban beralamat di Dusun Lumu, Desa Ladongi, Malangke, Luwu Utara. Pada Kamis (18/6) lalu, pelaku menelpon korban untuk bertemu di salah satu sekolah di Malangke pada sore hari. Saat bertemu, pelaku membujuk dan merayu korban untuk melayaninya.

BACA JUGA : Walikota Palopo Serahkan 6 Jenis Ranperda

Lantaran tidak ada tempat yang memadai, WC sekolah pun menjadi tempat pelaku melampiaskan nafusnya. Mengetahui hal tersebut, orang tua koban tidak menerima dan melaporkannya ke pihak yang berwajib pada Rabu pekan lalu.

Polisi yang menerima laporan tersebut langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Namun, pelaku berhasil kabur. Kasat Reskrim Luwu Utara, AKP M.Tanding, setelah dilakukan pengejaran selama beberapa hari pelaku akhirnya berhasil ditangkap.




“Pelaku kini mendekam di Mapolres dan menjalani proses hukum,” kata AKP M Tanding, kepada Koranseruya.
Pelaku kata M Tanding akan dijerat pasal 81 ayat (2) dan atau pasal 82 jo pasal 76e UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 RI tahun 2002 tentang perlindungan anak. (fim)