PALOPO – Setelah sukses menggelar pertunjukan Malam Pesona Budaya jilid 7 dengan mengangkat Drama tari I lagaligo ‘Asal Mula Tau’ 2017 lalu, kali ini Sanggar Seni Universitas Cokroaminoto Palopo (S2UCP) kembali akan menggelar malam pesona budaya jilid 8.

Dalam kegiatan itu, S2UCP kembali menghadirkan kesenian tari. Tari Pajaga mereka pilih untuk pementasan kali ini yang bakal digelar di Gedung Kesenian, Sabtu (8/12).

Koreografer pementasan, S.Syahrir menjelaskan sejarah tari Pajaga. Sebelum munculnya kata Pajaga pada masa sebelum Islam masuk di Tana Luwu, telah dilakukan tari-tarian di Kerajaan Luwu yang bersifat hiburan dan ritual sebagai bentuk pengabdian dan pemujaan kepada dewa-dewa. Tari-tarian tersebut selalu diiringi dengan nyanyi-nyanyian.

“Berangkat dari kebiasaan tersebut hingga diciptakanlah tarian yang disebut Pajaga. Tarian Pajaga ini sendiri selalu ditarikan dalam Istana Kerajaan Luwu di hadapan Datu Luwu. Hal tersebut masih berlangsung hingga kini dan menjadi tarian untuk menyambut tamu-tamu di Istana Kedatuan Luwu,” Jelas Ato, sapaan akrab Syahrir.

Dengan maksud untuk tetap menjaga dan melestarikan tarian Pajaga itu, S2UCP mencoba untuk membawakan tarian tersebut ke atas pamnggung.

“Bukan hanya sebagai hiburan, namun untuk mengajak kepada masyarakat Luwu, pengamat hingga pelaku seni untuk melestarikan salah satu warisan budaya ini. Kami menyadari bahwa apa yang akan kami tampilkan nantinya tidak akan mampu memperlihatkan keutuhan dari Tari pajaga itu sendiri, sebab sebagian besar tarian Pajaga yang ada sudah tidak dapat ditemukan lagi dari para pelaku tari,” jelasnya.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap melanjutkan pertunjukan itu.

“Pada pertunjukan ini dengan judul ASALI ‘Mengenal Pajaga, Mengenal Kepribadian Orang Luwu’, kami melibatkan setidaknya 30 orang yang akan turut bermain yang merupakan gabungan dari Mahasiswa dan alumni,” pungkasnya. (liq)