E Tilang
E Tilang

KORANSERUYA.com. Hasil kerja sama antara Kepolisian, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Bank BRI menghasilkan sebuah terobosan berupa layanan publik teknologi e-Tilang, SIM Online, dan E-Samsat. Dengan e-Tilang pelanggar tak perlu lagi pergi ke sidang, cukup membayar denda di seluruh jaringan Bank BRI.

Pelanggar diarahkan untuk membayar denda tilang melalui teller, ATM BRI, atau transfer bank ATM bersama, sms banking BRI maupun internet banking BRI atau EDC (Electronic Data Capture) BRI.

Pembayaran elektronik ini sekaligus diklaim bisa menghilangkan praktik percaloan. Dengan berlakunya sistem ini, tidak ada lagi istilah 86 atau pengaturan di tempat antara oknum polisi lalu lintas dengan para pelanggar yang surat kendaraannya tidak lengkap.

Di Palopo, E -Tilang mulai disosialisasi sekaligus penindakan sejak Sabtu (18/3) pagi.
Kasatlantas Polres Palopo, AKP Sri Toto mengatakan, dengan sistem ini petugas Lalulintas di lapangan tidak lagi berhubungan dengan uang. ” Begitu ditilang langsung terregistrasi secara online. Pelanggar langsung membayar di ATM dendanya,” katanya saat dihubungi siang ini.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, menjelaskan alih-alih ditilang menggunakan blanko/surat tilang, pengendara yang melanggar akan dicatat melalui aplikasi yang dimiliki personel kepolisian.

Setelah terekam, pengendara dalam waktu singkat akan mendapat notifikasi berupa kode yang isinya persis seperti surat tilang, disertai kode untuk melakukan pembayaran denda melalui BRI.

“E-tilang memberikan suatu kesempatan kepada pelanggar untuk menitipkan denda langsung ke bank dengan fasilitas yang dia miliki, mungkin dengan e-banking, ATM, atau datang sendiri ke teller,” katanya.

Pengendara diwajibkan untuk membayar denda maksimal sesuai pasal yang dilanggar. Jika sudah lunas, petugas yang menilang akan menerima notifikasi juga di ponselnya. Pelanggar bisa menebus surat yang disitanya langsung dengan cukup menyerahkan tanda bukti bayar, maupun mengambilnya di tempat yang disebut dalam notifikasi.

Untuk tilang yang saat ini kita kenal dengan slip merah yang pelanggarnya ingin mengikuti sidang, prosesnya juga sama. Aplikasi e-tilang terintegrasi dengan pengadilan dan kejaksaan. Hakim akan memberi putusan, dan jaksa akan mengeksekusi putusan itu, biasanya dalam waktu seminggu hingga dua minggu.

“Kalau sidang, hakim kan biasanya menetapkan denda jauh lebih rendah dari denda maksimum, nah nanti sisa pembayaran kita akan ditransfer kembali, atau diminta mengambilnya lewat kejaksaan bagi yang tidak memiliki fasilitas pembayaran,” kata Budiyanto, seperti dikutip dari Kompas.com. (adn)