Rakor Polres Bone bersama kades se kabupaten Bone

KORANSERUYA–Tak kurang dari 328 Kepala Desa dari 27 Kecamatan di Kabupaten Bone menghadiri rapat koordinasi keterlibatan Bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat atau bhabinkamtibmas dalam pengawasan pengelolaan Dana Desa, di Gedung PKK Jl A Mappanyukki Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Tak hanya kepala desa,seluruh Bhabinkantibmas turut hadir pada kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Bone tersebut.

“Ini adalah lanjutan dari Nota kesepahaman antara Kementeriaan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kemendagri dan Polri Tentang Pencegahan, Pengawasan dan Penangangan Permasalahan Dana Desa. ” Ujar Kapolres Bone Akbp Kadarislam disela rapat.

Menurut Kadarislam, ruang lingkup yang memang secara spesifik tugas kepolisian, yakni yang pertama melakukan sosialisasi, pengawasan dan pendampingan atau fasilitasi, termasuk juga pengamanan.

Selain itu, kata Kadarislam, apabila terjadi sesuatu maka dilakukan penanganan terhadap permasalahan dalam pengelolaan Dana Desa. Namun yang menjadi titik berat MoU itu adalah upaya kerja sama bhabinkamtibmas dengan desa.

“Keikutsertaan kepolisian dalam mengawasi dana desa bukan untuk menakut-nakuti tetapi bagaimana agar dana desa yang merupakan anugerah buat kita semua ini bisa tepat guna dan tepat sasaran, Yang artinya kerja sama saling terbuka dan kooperatif antara bhabinkamtibmas dan kepala desa untuk mencegah terjadinya kerugian negera terlebih dahulu,” ucapnya.

Kadarislam juga mengatakan,  Apalagi, hingga saat ini sebanyak 416 oknum kepala desa (kades) telah menjadi tersangka se Indonesia karena tersangkut penyalahgunaan dana desa.

“Dari 416 orang tersebut enam orang diantaranya merupakan kades dari Kabupaten Bone terkait penyalahgunaan dana desa tahun 2016. Kami mengimbau kades agar melakukan transparansi penggunaan dana desa. kata Kadarislam. (abdulwarishasrat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 + 11 =