Pesawat Wings Air berpenumpang 70 orang, mendarat mulus di Bandara I Lagaligo, untuk ujicoba penerbangan, Sabtu (8/10/2016) siang, pukul 11:15 Wita. (ft/echa kartini/KORAN SeruYA)
Pesawat Wings Air berpenumpang 70 orang, mendarat mulus di Bandara I Lagaligo, untuk ujicoba penerbangan, Sabtu (8/10/2016) siang, pukul 11:15 Wita. (ft/echa kartini/KORAN SeruYA)

KORAN SeruYA–Penerbangan perdana pesawat Wings Air dengan type pesawat ATR 72/500/600 di Bandar Udara (Bandara) Lagaligo rute Makassar-Palopo (Bua) dan Palopo-Makassar berjalan lancar, Jumat (28/10/2016).

Kehadiran Wings Air sebagai sarana transportasi udara memberi alternatif baru bagi warga yang hendak bepergian ke Makassar. Jika selama ini warga di Luwu Raya mengandalkan transportasi darat seperti bus penumpang untuk transportasi ke Makassar, kini sudah ada pesawat dengan durasi waktu jauh lebih singkat.

Beroperasinya Wings Air ini sendiri menjadi ancaman bagi perusahaan otobus (PO) yang selama ini menjadi pilihan utama dan satu-satunya warga. Bahkan kabarnya, PO sudah mengambil ancang-ancang untuk menurunkan tarif angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP).

Salah satu PO di Palopo, Bintang Timur mengklaim belum ada penurunan signifikan dalam tiga hari terakhir, atau sejak Wings Air beroperasi.

“Masih seperti hari-hari biasanya, masih stabil, tetapi untuk hari kerja Senin-Kamis biasanya penumpang berkurang. Jadi kalaupun dua atau tiga hari ke depan ada penurunan, bisa dikatakan masih normal,” kata .

Lain halnya dengan perwakilan Litha, Oscar mengungkap mulai ada penurunan penumpang. “Saat ini kita belum tahu pasti tentang jadwal penerbangan Bua-Makassar. Akan tetapi akhir-akhir ini memamg Bus Litha mengalami penurunan penumpang,” ujar Oscar.

Ia mengaku akan terus memantau perkembangan Wings Air untuk melihat dampak pada penumpang bus Litha, karena penerbangan Wings Air untuk beberapa hari ini belum terlalu berdampak. “Mungkin karena masih banyak masyarakat yang belum tahu,” katanya.

Jika penurunan penumpang Bus Litha beberapa hari lalu mungkin disebabkan karena hari kerja yang puncaknya di bulan Oktober. Awal bulan sebelas hingga akhir tahun pihak Litha akan terus memantau perkembangan penumpang.

“Jika jalur udara lebih banyak diminati oleh masyarakat, kami akan merapatkan tentang penurunan harga. Tapi saat ini kami masih berlakukan tarif normal,” jelas Oscar.

Jika penerbangan Wings Air mampu membawa 72 orang dalam satu kali penerbangan, maka penumpang bus akan semakin berkurang. Ini menjadi masalah yang harus dihadapi para perwakilan otobus di Kota Palopo. dan untuk mengantisipasi masalah tersebut, ada beberapa perwakilan yang akan melengkapi fasilitas untuk menarik minat penumpang untuk tetap menggunakan bus rute Palopo-Makassar

Pesawat Wings Air melayani penerbangan rute Palopo-Makassar setiap harinya dengan jadwal penerbangan tiap hari pukul 10:55 Wita dan dijadwalkan tiba pukul 11:45 di Bandara Hasanuddin, dan Makassar-Palopo berangkat pada pukull 09:40 wita dan dijadwalkan tiba di Bua sekira pukul 10:30 Wita.

Sesuai jadwal tersebut, Pesawat Wings Air yang dipiloti Cpt. Regi Irawan tiba tepat waktu. Pada penerbangan perdana, 72 seat yang tersedia seluruhnya terisi. Sebagian besar penumpang adalah orang pemerintahan, yakni Wakil Bupati Luwu, H Amru Saher, Kajari Belopa, Zet Taddung Allo, Ketua DPRD Luwu, Andi Muharrir serta beberapa anggota DPRD Provinsi Sulsel asal Luwu Raya dan beberapa penumpang lainnya.

Setelah landing, kedatangan seluruh awak pesawat disambut ratusan masyarakat di Kabupaten Luwu dan Kota Palopo. Hadir di tengah-tengah menyambut para penumpang Bupati Luwu, H Andi Mudzakkar dan Wali Kota Palopo, HM Judas Amir.

Masyarakat mengatakan kehadiran mereka selain memang diundang oleh pemerintah Kabupaten Luwu mereka juga ingin melihat langsung dan turut gembira atas resminya penerbangan Wings Air di Bua. “Masyarakat seperti kami sangat menyambut gembira kehadiran Wings Air, ini akan lebih mempermudah transportasi utamanya tujuan makassar yang dulunya ditempuh dengan waktu 8 jam kini hanya 45 menit,” ujar Ismail, warga setempat. (yuni/echa kartini)