PALOPO — Pelaksanaan tes CPNS 2018 yang digelar di Gedung Kesenian Palopo telah usai. Tes diikuti oleh 6.770 pelamar dari empat Kabupaten/kota yakni Tana Toraja, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara dan Palopo. Dari ribuan pendaftar tersebut yang dinyatakan lolos tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) hanya 78 orang.

Rinciannya, Luwu Utara 6 orang, Luwu 35 orang, Tana Toraja 12 orang dan Palopo 25 orang. Padahal, kuota untuk masing-masing daerah tersebut cukup besar. Lantas bagaimana daerah menanggapi minimnya pelamar CPNS yang lolos? Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Luwu Utara, Nursalim Ramli mengatakan sepanjang tidak ada perubahan kebijakan untuk menurunkan passing grade, maka yang lulus hanya itu.

Meski demikian, Nursalim tetap berharap agar KemenPAN membuat kebijakan terkait passing grade yang dinilai memberatkan peserta. ”Kita berharap KemenPAN membuat kebijakan untuk merevisi PermenPAN 37 dengan menurunkan passing grade, atau kalau bisa passing grade ini dihilangkan, sehingga kelulusan berdasarkan rangking saja,” harapnya.

Proses Seleksi Kompetensi Dasar akan berakhir di 17 November 2018 mendatang. Setelah itu, kata Nursalim, kemungkinan seluruh BKPSDM akan melakukan pertemuan membahas hasil SKD. “Kita lihat perkembangannya, sambil menunggu kebijakan apa yang dikeluarkan KemenPAN usai kelarnya SKD pada 17 November mendatang,” tuturnnya.

“Feeling saya, Insya Allah ada kebijakan lain yang dikeluarkan, karena coba kita bayangkan, banyak sekali formasi, tapi yang lolos sedikit. Penyebab semua ini karena passing grade yang terlalu tinggi, mungkin juga faktor soal yang sulit ataukah memang karena SDM. Kalau memang ada kebijakan, ya mungkin passing grade ini yang kita harap diturunkan. Untuk itu, mari kita bersabar menunggu,” pungkasnya. (adn)