Sejumlah Ibu-ibu majelis taklim saat menuju salah satu Masjid di Desa Pombakka.
Sejumlah Ibu-ibu majelis taklim saat menuju salah satu Masjid di Desa Pombakka.

Koranseruya.com — Belum lama ini, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriyani menyampaikan bahwa ketika ibu-ibu sudah telanjur cinta dan candu untuk berbuat baik, maka susah sekali dihentikan.

”Biasanya kalau ibu-ibu itu sudah bergerak, susah berhentinya itu, dan jangan pernah diberhentikan. Bahkan harus terus kita tingkatkan,” ujar Bupati Indah Putri di hadapan ribuan majelis taklim se-Luwu Utara beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :Pengacara Muda Ini Terpilih menjadi Ketua KNPI Sabbang2017/0

Nah, mungkin itu pula yang menginspirasi ratusan ibu-ibu BKMT dan Tim Penggerak PKK se- Malangke Barat saat menghadiri pengajian bulanan.

Ya, kalau sudah bergerak menuju kebaikan, memang susah untuk dihentikan. Terbukti, dengan semangat ceria di minggu pagi kemarin, ibu-ibu dari Desa Waelawie, Pao, Pengkajoang, Waetuwo, Cenning, Wara, dan Pembuniang menggunakan jalur transportasi laut (perahu) menuju lokasi pengajian di Masjid Desa Pombakka yang letaknya sangat terpencil.

“Semangat mereka tak surut. Ini bukti jika ibu-ibu PKK dan BKMT serius ingin mewujudkan dan melaksanakan visi religi Luwu Utara. Lokasi terpencil yang hanya bisa ditempuh lewat akses jalur laut pun diterobosi dengan semangat dan senyum yang ceria,” tutur Camat Malbar, Sulpiadi, yang juga ikut bersama ibu-ibu BKMT mengarungi lautan.

BACA JUGA :Kantor Desa di Lutim Dibobol Maling, Barang Penting ini yang Digasak

Sulpiadi menambahkan, pengajian bulanan sudah menjadi agenda rutin BKMT, bukan hanya di Malbar, tetapi juga di seluruh Kecamatan yang ada di Luwu Utara. Tahun ini, kata Sulpiadi, di Malangke Barat sudah dilakukan pengajian sebanyak tiga kali.

“Ini bulan ketiga, sebelumnya kita juga sudah melakukannya di Desa Pengkajoang dan Desa Baku-Baku. Hebatnya, masjid penuh sesak dengan ibu-ibu,” ujar Sulpiadi menambahkan.

BACA JUGA :Soal Penyertaan Modal ke Bank Sulsel, DPRD Lutra Konsultasi BPK

Masih kata Sulpiadi, pengajian bulanan yang rutin dilakukan sebulan sekali adalah salah satu cara mempererat ikatan tali silaturahmi antarsesama pengurus dan anggota BKMT dan PKK, serta cara terbaik untuk mewujudkan Kabupaten Luwu Utara yang religius.

“Ini bentuk silaturahmi dan cara terbaik untuk mewujudkan Luwu Utara sebagai Kabupaten yang religius sebagaimana termaktub dalam visi Luwu Utara dan menjadi prioritas,” tutup Sulpiadi. (Lukman Hamarong)

Ibu-ibu majelis taklim saat tiba.
Ibu-ibu majelis taklim saat tiba.

BACA JUGA :Semoga Jasad Anak Saya Cepat Ditemukan…Kata Ibu yang Anaknya Hanyut di Luwu