Lomba RAP di Taman Sayang Malili
Lomba RAP di Taman Sayang Malili

KORANSERUYA.com.Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menggelar lomba nge-RAP tingkat Luwu Timur di Taman Sayang Malili, Rabu (22/3) siang tadi. Lomba ini diikuti oleh sejumlah remaja dengan menghadirkan juri asal Kings Floor Academy Makassar. RAP adalah salah satu aliran musik yang dipopulerkan oleh Bob Marley asal Jamaika.

Kepala Dinas PPKB Luwu Timur, Rapiuddin Thahir mengatakan berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, penduduk Indonesia usia muda berjumlah sekitar 25 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah potensial ini sangat rentan terhadap bahaya HIV, AIDS dan Narkoba.

Permasalahan lain, kata Rapiuddin, masih rendahnya pengetahuan penduduk khususnya remaja tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR), khususnya dalam hal cara-cara melindungi diri dari prilaku seksual beresiko, pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan, Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV/AIDS.

BACA JUGA :Wabup Irwan Tantang Sarjana ke Lutim

Untuk itu, kata Rapiuddin dalam rangka meningkatkan kualitas penduduk usia muda, maka menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan informasi pentingnya mewujudkan generasi muda berencana dengan cara menerima dan melaksanakan pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), serta mensosialisasikan cara mencegah dan melindungi diri sendiri, keluarga dan masyarakat agar terhindar dari penularan HIV dan AIDS, menghindari seks bebas, dan menghindari penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang.

” Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program kependudukan, keluarga berencana (KB) dan pembangunan keluarga melalui lagu agar minat remaja semakin meningkat” jelasnya.

Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan, Askar mengatakan generasi muda Luwu Timur memiliki banyak talenta dan potensi sehingga mampu bersaing ditingkat propinsi maupun Nasional. Dikatakannya dalam lomba yang sama, peserta asal Luwu Timur telah berulangkali meraih prestasi ditingkat provinsi.

” Tahun 2013 lalu, raper asal Luwu Timur meraih juara 1 sekaligus jadi duta ketingkat nasional. Sementara tahun 2016 lalu hanya berhasil meraih juara II tingkat Provinsi Sulsel,” katanya. (hms/adn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 − 4 =