Dikira Gantung Diri, Nenek di Tana Toraja Ternyata Dibunuh Anaknya

1609
Kapolres Tana Toraja, Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P. Sirait-- foto/istimewa/torajadaily.com
Kapolres Tana Toraja, Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P. Sirait-- foto/istimewa/torajadaily.com

TORAJA–Penyidik Satreskrim Polres Tana Toraja mengungkap kasus pembunuhan seorang nenek di daerah berjuluk ‘Bumi Lepongan Bulan’ itu. Indo Sattu, 73 tahun, warga Bangan Dusun Karondeng Lembang Ullin, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja, awalnya dikira bunuh diri. Namun ternyata, polisi berhasil membongkar kematian nenek malang itu.

Korban yang ditemukan tergantung di Pohon Cokelat itu pada pekan lalu, ternyata dibunuh. Tragisnya, korban dibunuh oleh anaknya sendiri.

“Sesuai hasil olah Tempat Kejadian Perkara, ditemukan sejumlah kejanggalan. Hal ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan dokter bahwa korban meninggal tidak wajar,” kata Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P. Sirait.

Dengan demikian, sesuai hasil penyelidikan dan penyidikan, kematian Indo Sattu murni karena kasus pembunuhan. “Pelakunya sudah diamankan,” kata AKBP Julianto P. Sirait dilansir dari situs Tribrata Toraja.

Dikatakan AKBP Julianto, pelakunya adalah anak angkat korban. “Pelaku sudah mengakui perbuatannya,” katanya.

Sejauh ini, lanjut Julianto, penyidik masih mendalam motif kasus ini. “Kami meminta dukungan dari masyarakat dan keluarga agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian,” katanya.

Untuk diketahui, Indo Sattu ditemukan tergantung di kebun pohon coklat miliknya di Dusun Karondeng, Lembang (Desa) Ullin, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, Sabtu (9/2/2019) lalu.

Korban pertama kali ditemukan Mama Andi, tetangganya saat akan mengambil ranting bambu di kebun milik korban. Polisi kemudian melakukan olah TKP dan penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Jon Paerunan mencurigai jika mayat Indo Sattu bukan dari korban bunuh diri. Hal ini juga diperkuat dengan adanya hasil pemeriksaan dokter korban meninggal tidak wajar. (*/cbd)