Mahmud memperlihatkan laporannya ke polisi
Mahmud memperlihatkan laporannya ke polisi

KORANSERUYA.COM — Anggota DPRD Luwu, Yamin Annas berencana melapor balik, Mahmud (34) ke Satuan Reserse dan Kriminal Polres Luwu. Itu karena legislator partai Golkar ini menganggap laporan Mahmud, tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Dia mengaku tidak pernah melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan. Insiden tersebut terjadi Senin (14/8) di Lapangan Andi Djemma, Belopa.

BACA JUGA : Innalillahi… Sebelum Meninggal, Kader Golkar Luwu ini Minta Dipakaikan Atribut Golkar

” Saya hanya menarik krah bajunya dan tidak sampai melakukan pemukulan. Laporannya ke polisi tidak sesuai. Tapi saya persilahkan melapor karena itu haknya. Saya juga berencana melapor balik karena telah mencemarkan nama baik saya,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (15/8).

Sebelumnya, Mahmud, anggota KNPI Sulsel, melaporkan Yamin Annas ke Polres Luwu, Senin lalu. Dia melaporkan Yamin Annas yang telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya. ” Saya tidak mau untuk berdamai. Laporan saya ke polres harus ditindaklanjuti,” katanya.

BACA JUGA : Besok, Ada Lomba Tarik Bus Bagi Anggota Polri-TNI di Luwu

Bukan hanya itu lanjut Mahmud, dirinya juga akan melaporkan Yamin Annas ke Badan Kehormatan DPRD Luwu. ” Apa yang telah dilakukan tidak mencerminkan perilaku sebagai anggota dewan. Saat melapor ke polisi saya juga menyertakan hasil visum dari dokter,” katanya.

Mahmud menceritakan, pada saat kejadian dirinya tengah menonton pertandingan bola di Lapangan Andi Djemma Belopa. Tiba-tiba Yamin datang dan menariknya ke tempat yang jauh dari keramaian. ” Di situ saya dipukul dan dicekik,” ungkapnya.

Insiden ini terjadi dipicu status facebook, Sekretaris DPD II Golkar Luwu, Azhar Mustamin Toputiri. Komentar Andi Mahmud ditanggapi dengan emosi oleh Yamin Annas sehingga berujung pada insiden tersebut.




Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Faisal Syam membenarkan telah ada laporan atas nama Mahmud yang dilaporkan adalah Yamin Annas. ” Semua laporan yang masuk akan kami proses, meskipun kasus itu melibatkan anggota dewan. Sejauh ini, laporan ini masih kami dalami dengan memeriksa saksi-saksi termasuk pelapor. Jadi, belum bisa dikatakan ada atau tidak tindakan penganiayaan,” katanya. (eca/adn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − 16 =