KORAN SeruYA–Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belopa, Zet Tadung Allo, telah dimutasi ke Kalimantan Tengah (Kalteng). Rencananya, November mendatang, Zet Tadung Allo secara resmi akan meninggalkan Luwu untuk memulai menjalankan tugas barunya sebagai Asisten Pembinaan di Kejaksaan Tinggi Palangkaraya.

Bergesernya Kajari Zet Tadung Allo itu merujuk dengan adanya surat keputusan dari Kejaksaan Agung bernomor Kep-IV-574/C/10/2016 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan stuktural di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.

Kepastian kepindahannya ke Palangkaraya tersebut diakui langsung oleh mantan jakasa penyidik KPK ini saat ditemui di Kantor Kejakassaan Negerai (Kejari) Belopa, Jumat (28/10/2016).

“Saya sudah terima SK tersebut. Kalau tidak ada aral melintang, November nanti saya sudah secara resmi pindah ke Kalimantan Tengah, tepatnya Kota Palangkaraya bertugas di Kejati sana,” katanya.

Menurutnya, mutasi dalam sebuah institusi apalagi Kejakasaan adalah hal yang lumrah sesuai dengan kebutuhan dan pengembangan organisasi.

“Mutasi ini biasa saja, tidak istimewa. Ini bagian dari pada upaya perbaikan pelayanan yang dilihat oleh tasan. maka sebagai bawahan saya selalu siap untuk dimutasi kapan dan dimana pun,” ucapnya mantap.

Kepindahannya ke Palangkaraya tentu merupakan penilaian dan kewenangan atasan, sehingga dirinya tidak berhak untuk menolaknya, karena ini bagian dari sumpah yang telah diucapkannya saat diangakat sebagai pegawai dilingkungan Kejaksaan Agung.

Kajari yang terkenal berani dan tegas ini mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan kesan selama bertugas di Luwu terutama dalam mengungkap sejumlah kasus korupsi yang terbilang besar.

Ia menyebutkan jika Luwu memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah-daerah yang pernah ditempatinya mengabdi.

“Luwu ini termasuk tipikal daerah yang keras. Meski demikian yang membuat saya terkesan adalah masyarakatnya yang sangat ramah kepada siapa saja yang datang. Itu yang saya rasakan selama bertugas di sini,” terangnya.

Maka dari itu, ia tak akan melupakan keramahan dan kehangatan masyarakat Luwu ini, meski pun ia tak lagi bertugas di daerah yang bermotto wanua mappa tuo na ewai alena ini.

Untuk itu ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak terutama masyarakat Luwu yang telah memberikan banyak bantuan kepada dirinya selama mengemban amanah sebgai Kajari Belopa.

“Apa yang kami raih di Kejari Belopa tentu tak lepas dari sukungan semua pihak yang ada di daerah ini, terutama masyarakatnya. Saya akan selalu merindukan itu,” ucapnya sedikit lirih.

Dirinya juga tak lupa meminta maaf jika selama bertugas, ada hal-hal yang membuat masyarakat merasa tidak nyaman dan tidak berkenan. “Semua yang saya lakukan semata adalah tuntutan tugas yang harus saya jalankan,” tambahnya.

Ia pun berpesan kepada masyarakat Luwu khususnya para generasi mudanya untuk selalu menjadikan hukum sebagai panglima serta tak pernah kendur dalam melawan korupsi.

“Korupsi sudah menjadi musuh bersama, maka tetaplah bersatu dan bersama-sama melawannya. Terutama kaum muda bulatkan tekad untuk terus berupaya membebaskan negeri ini dari korupsi karena itu adalah tugas seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Sejumlah prestasi gemilang ditorehkan oleh Zet Tadung Allo saat menjabat sebagai Kajari Belopa selama hampir dua tahun ini. Sejumlah pejabat di lingkup pemerintahan kabupaten Luwu berhasil ia jebloskan ke penjara karena melakukan korupsi.

Zet Tadung Allo sendiri akan digantikan Gede Edy Bujanayasa, yang sebelumnya menjabat sebagai kordinator di Kejaksaan Tinggi (Kajati) Palu Sulawesi Tengah. (kartini echa/wandi ismail)