Staf Ahli Polda Sulsel, Sakka Pati menjadi keynote speaker pada diskusi dan narasi pemuda yang digagas KNPI Palopo di salah satu warkop, Kamis (11/4/2019).

PALOPO — Staf Ahli Polda Sulsel, Sakka Pati menjadi keynote speaker pada diskusi dan narasi pemuda yang digagas KNPI Palopo di salah satu warkop, Kamis (11/4/2019).

Diskusi yang mengangkat tema ‘Peran Pemuda dalam Menciptakan Pemilu Damai’ itu juga dihadiri empat narasumber lainnya. Yakni Ketua Bawaslu Palopo, Asbudi Dwi Saputra, Kapolres, AKBP Ardiansyah, Ketua KPU, Abbas Djohan dan akademisi Unanda, Abdul Rahman Nur.

Sakka Pati dalam diskusi itu mengatakan peran pemuda sangat penting dalam menyukseskan pemilu. “Ini menjadi tantangan sejauhmana pemuda mengambil peran,” kata Presidium Jaringan Demokrasi (JaDi) Sulsel itu.

Dalam konteks pemilu kata Sakka Pati, namanya pesta harus dibuat enjoy dan generasi muda sangat suka dengan pesta. “Mari kita sama-sama memahami peran kita apa. Peran kita salah satunya datang ke TPS. Pilih pemimpin yang akan bisa membawa aspirasi, pilih yang cerdas,” katanya.

Ia juga mengingatkan kepada sejumlah pemuda kota Palopo yang hadir untuk tidak bermusuhan karena beda pilihan. “Pilihan politik tidak usah diungkapkan, cukup perasaan saja yang Anda ungkapkan. Jangan karena beda pilihan kalian baku bombe hingga putus dengan pacar,” pesannya.

Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah mengatakan pada pemilu kali ini pihaknya menerjunkan 296 personil ke TPS. “TPS rawan kami sudah petakan. Ada 6 TPS yang rawan. Kami masukkan dalam kategori rawan karena dari segi geografis dan sarana telekomunikasi yang terbatas,” kata kapolres.

Polri kata dia siap menjamin keamanan selama pemilu. “Jangan golput, gunakan hak pilih. Dalam UU nomor 7 tahun 2017, siapapun orang yang sengaja menggunakan kekerasan menghalangi masyarakat mencoblos, dipidana paling lama 2 tahun dan denda maksimal Rp24 juta,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Ketua KPU Palopo Abbas Djohan juga memaparkan kesiapan pihaknya melaksanakan pemilu. Ia juga menjamin kenetralan penyelenggara dalam hal ini KPU Palopo. “Salah satu syarat menjadi penyelenggara adalah netralitas. Dan itu harus dipertanggungjawabkan. Saya jamin, kami tetap netral,” tandasnya.

Ketua Bawaslu, Asbudi Dwi Saputra mengaku pihaknya juga sudah sangat siap melakukan pengawasan di setiap tahapan. “Sudah ada sebagian (KPPS) yang diberhentikan oleh KPU berkat rekomendasi kami karena tidak netral. Termasuk kami di Bawaslu, juga ada yang sudah diberhentikan karena tidak netral,” katanya.

Juga, kata Asbudi pihaknya menemukan oknum lurah yang mengajak untuk memilih salah satu calon DPRD dan presiden. “Kita bekerja berdasarkan temuan. Temuan bawaslu sejauh ini di Palopo sebanyak 58, sedangkn laporan nol,” sebutnya.

Asbudi juga menyebut kebanyak masyarakat hanya berkoar-koar di medsos. Tapi tidak melaporkan ke Bawaslu. “Silakan laporkan ke kami beserta buktinya. Kemarin ada warga yang memberikan informasi bahwa ada money politik. Tapi ketika kami panggil, warga itu hilang,” bebernya.

Ia juga meminta kepada warga untuk melaporkan langsung kepada dirinya jika ada panwascam yang suka menunda laporan. “Sampaikan langsung ke saya,” tutupnya.

Terakhir, akademisi Unanda, Abdul Rahman Nur berharap pemuda mampu membangun kecerdasan spasial dengan cara memanfaatkan potensi yang ada untuk menciptakan pemilu damai dan berkualitas.

“Melihat fenomena politik saat ini, narasi politik yang dimainkan sangat tidak informatif. Saya melihat sekarang kecenderungannya politik identitas sehingga menurut saya menjadi ancaman integrasi ke depan,” katanya.

“Kalau tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan konflik. Tantangan kita ke depan bagimana generasi muda mampu membri peran. Potensi yang ada di masyarakat itu bisa dimanfaatkan untuk mengatasi konflik termasuk kualitas pemilu,” tambahnya. (asm)