Polwan Polres Palopo tengah membimbing narapidana wanita mengaji
Polwan Polres Palopo tengah membimbing narapidana wanita mengaji

KORANSERUYA.com. Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Palopo bekerja sama dengan Polres Kota Palopo menggelar pengajian bagi para narapidana wanita. Bagi Polres Palopo, kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan untuk para penghuni lapas wanita. Polres Kota Palopo mengutus dua polwan untuk membimbing narapidana yang belum mahir membaca Al-Quran. Polwan santri sendiri adalah program dari Polda Sulsel yang mewajibkan polwan santri harus ada di setiap Polres yang berada di wilayahnya.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kusnali mengatakan pengajian khusus warga binaan wanita telah lama diagendakan, namun baru kali ini terlaksana. Rencananya kegiatan kerohanian untuk para narapidana ini sendiri akan berlangsung setiap hari Rabu secara berkesinambungan. “Rencananya kami akan agendakan kegiatan ini setiap hari Rabu dan itu akan berkesinambungan,” kata Kusnali kepada Koran SeruYA, Rabu (22/3).

Kusnali berharap dengan adanya kegiatan seperti ini warga binaan lebih dekat dengan Tuhan. Sehingga setelah mereka keluar dari Lapas mereka tidak lagi mengulangi kesalahan yang membuat mereka menjadi pesakitan. Dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk merangkul para mantan napi yang telah menyelesaikan masa hukumannya. Agar para mantan napi tersebut bisa cepat berbaur dengan lingkungan mereka.

BACA JUGA : Bangun Menara Payung Palopo, Investor Siapkan Rp86 Miliar

“Saya harap masyarakat bisa merangkul mereka, bukan membangun stigma jahat pada mereka,” ujarnya. Narapidana yang mengikuti program kerohanian tersebut merasa senang. Salah satunya adalah A. Besse Angka, Napi wanita ini mengaku sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Dia mengaku lebih bisa mendalami ilmu agama dibanding ketika saat berada di luar Lapas.

“Napi sangat berterima kasih dan bersyukur kepada polwan yang hadir setiap hari Rabu. selain untuk mengisi kekosongan waktu juga sebagai obat stres,” pungkasnya. Kegiatan kerohanian yang digagas oleh petugas Lapas bukan hanya diperuntukkan untuk ummat muslim saja. Tapi ada pula kegiatan keagamaan untuk umat Kristiani. Untuk umat Nasrani, kegiatan itu sendiri dilakukan pada hari Minggu dan Selasa. Kegiata ini juga dilakukan secara berkesinambungan. (liq/kin)