Tim Satpol-PP Kota Palopo menjaring siswa bolos saat jam belajar, dalam operasi kasih sayang, kemarin. (ft/chaliq)
Tim Satpol-PP Kota Palopo menjaring siswa bolos saat jam belajar, dalam operasi kasih sayang, kemarin. (ft/chaliq)

KORANSERUYA.COM–Sebanyak sembilan siswa terjaring dalam operasi kasih sayang yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palopo, Kamis (2/11) pagi tadi. Operasi ini digelar untuk menertibkan siswa yang berkeliaran di luar sekolah saat jam pelajaran.

Sembilan siswa tersebut kemudian dikembalikan ke sekolah masing-masing untuk dibina oleh pihak sekolah. Delapan dari sembilan siswa tersebut bersekolah di SMA Kristen Palopo. Mereka didapati petugas sedang berada di warung tak jauh dari sekolah mereka.

Ke-8 siswa kemudiaan dikembalikan ke sekolah untuk diberikan pembinaan oleh pihak sekolah. Sedang satu orang lainnya merupakan siswa SMP Neg 3 Palopo. Siswa tersebut didapati petugas sedang asyik bermain play station (PS) di salah satu rental PS yang berada di Jalan Merdeka Selatan, tak jauh dari sekolahnya.

“Petugas menyisir tempat-tempat yang dicurigai sering dijadikan tempat berkumpulnya siswa-siswa tersebut saat berada di luar sekolah. Kami berhasil menjaring 8 siswa SMA dan 1 siswa SMP. Semua kami kembalikan ke sekolah mereka masing-masing untuk diberi pembinaan,” kata Kasat Pol PP Kota Palopo, Ade Chandra.

Ade Chandra mengaku telah banyak menerima laporan soal berkeliarannya anak-anak sekolah saat jam sekolah. Hal ini tentu meresahkan pihak sekolah, sebab aktifitas mereka tidak dapat dipantau oleh mereka. “Kami banyak menerima laporan dari masyarakat dan pihak sekolah soal anak-anak sekolah yang sering membolos. Tentu ini sangat meresahkan mereka,” jelasnya.

Selain itu, operasi ini juga bertujuaan untuk mencegah terjadinya tawuran antarpelajar dan peredaran obat-obatan terlarang. Utamanya obat daftar G yang saat ini marak dikalangan pelajar dan mahasiswa.

“Obat daftar G kan sudah marak di sekarang ini, apalagi harganya lebih murah dibanding dengan narkoba. Hal seperti ini juga yang kami cegah selain tawuran antar siswa,” ungkapnya.

Ade Chandra berharap dengan adanya operasi ini siswa tidak lagi melakukan aktifitas di luar sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Dengan demikian, potensi tawuran antar siswa dan peredaran obat daftar G dapat diminimalisir.

“Kami akan terus melakukan operasi ini. Jika ada anak sekolah yang membolos, silahkan hubungi kami,” pungkasnya. (liq)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × two =