KORAN SeruYA–Kepala Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMDP2T) Kota Palopo, Farid Kasim Judas menargetkan pelayanan perizinan secara online bisa direalisasikan. Untuk itu pada RAPBD-Perubahan 2016, pihaknya mengajukan anggaran total senilai Rp1,7 miliar.

“Ajuan anggaran ini termasuk di dalamnya rencana merealisasikan pelayanan perizinan secara online,” kata Farid di hadapan anggota Komisi III DPRD Palopo dalam rapat pembahasan rencana kerja (renja) SKPD terkait RAPBD-Perubahan 2016, Kamis (22/9/2016).

Dalam kesempatan itu, Farid memaparkan beberapa item yang diusulkan dalam RAPBD-Perubahan 2016 diantaranya pengadaan konsultan pendamping, pengadaan kelengkapan kantor (pelayanan online), rapat koordinasi dengan daerah lain guna pengembangan pelayanan, dan perencanaan gedung baru. “Pelayanan perizinan online ini diharapkan mampu memudahkan masyarakat dalam proses pelayanan izin,” imbuhnya.

Selain itu, Farid mengaku akan mengembangkan pemetaan potensi daerah yang akan dimuat dalam bentuk audio visual saat rapat pembahasan Raperda tentang APBD perubahan tahun anggaran 2016.

Farid sapaan akrab mantan Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Palopo ini, menjelaskan bahwa segala bentuk perizinan yang dilakukan BPMDP2T itu tidak berbayar atau tidak dikenakan biaya, terkecuali pembuatan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Adapun retribusi dari pelayanan perizinan sebesar Rp2 miliar sebagai pendapatan asli daerah.

“Jika kita mampu menggratiskan semua bentuk pelayanan perizinan maka retribusi sebesar Rp2 miliar itu bisa kita kembalikan kepada masyarakat nantinya,” lanjutnya.

Komisi III DPRD Kota Palopo menyambut baik pemaparan Farid tersebut. Menanggapai penjelasan Kepala Badan BPMDP2T itu sejumlah anggota Komisi III DPRD Kota Palopo menanggapi pengajuan anggaran sebanyak Rp1,7 miliar yang diajukan BPMDP2T serta mengharapkan agar penyerapan anggaran dapat ditunjang dengan kualitas pelayanan yang memuaskan.

Ketua Komisi III, Budiman juga berharap agar penyerapan anggaran tersebut dapat dimaksimalkan, sehingga mampu mengembalikan citra BPMDP2T Kota Palopo di mata daerah lain.

“Kita berharap agar citra BPMDP2T Kota Palopo bisa kembali seperti pada saat awal berdirinya yang menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Budiman yang memimpin rapat pembahasan tersebut. (hamka/wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 5 =