PALOPO – Untuk memberikan dukungan pembinaan dan pengembangan usaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) KPP Pratama Palopo bekerjasama dengan BRI Cabang Palopo menggelar Bussines Development Services berupa Workshop yang bertema ‘Strategi Pengembangan Usaha Agen BriLink’, pekan lalu di Aula KPP Pratama Palopo.

Acara itu dihadiri sekira 100 peserta Agen BriLink. Kegiatan tersebut dibuka Kepala KPP Pratama Palopo, Ahmad Fudholi. Dia menjelaskan bahwa Business Development Services (BDS) adalah program Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang memberikan dukungan untuk pembinaan dan pengembangan usaha UMKM secara berkesinambungan.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran (awareness) dan keterikatan (engagement) karena UMKM diberikan pendampingan dan pembinaan ketika mulai melakukan usaha hingga menjadi berkembang yang pada akhirnya diharapkan pada saat sukses dan memperoleh penghasilan timbul kepatuhan (compliance) terhadap pemenuhan kewajiban perpajakannya,” jelas Ahmad Fudholi.

Hal tersebut dirasa penting karena berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan, dari seluruh jumlah unit usaha di Indonesia didominasi oleh UMKM, termasuk tenaga kerjanya dan bahkan Produk Domestik Bruto di Indonesia saat ini juga sebagian besar berasal dari UMKM.

Sementara itu, Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Palopo, Muh Naufal Thoriqi dalam sambutannya mengakui pentingnya bahan pembelajaran yang diberikan untuk pembinaan UMKM. Pembinaan itu dapat berupa pelatihan pengembangan usaha terutama pada era digital.

“Dengan demikian para agen BRI Link ini lingkup bisnisnya menjadi lebih luas dan tidak bersifat lokal saja sehingga penghasilan mereka menjadi meningkat,” jelasnya.

Kegiatan menghadirkan narasumber Pelaku Usaha Agen BRI Link yang sukses dan Influencer yang akan memaparkan pemasaran usaha via media sosial. KPP Pratama Palopo menghadirkan Andini Putri Pribadini, salah satu pengusaha yang sukses memasarkan produknya melalui media online.

Dalam paparanya, Andini menyampaikan strategi pemasaran online dan kiat-kiatnya dengan memanfaatkan instagram, facebook, dan media sosial lainya. Sebab generasi sekarang lebih cenderung menggunakan gadget sebagai kebutuhan primer, sehingga para pelaku usaha dapat membidik calon pelangganya di media sosial. (rls/liq)