PALOPO – Jam menujukkan pukul 06.00 Wita. Tampak Rohani tengah sibuk di dapur. Dia sedang mempersiapkan makanan yang akan dia jajakan. Praya NTB nama rumah makan miliknya. Sengaja dia memilih nama itu untuk mengingatkannya pada kampung halamannya.

Tak terasa sudah 30 tahun Rohani berada di Kota Palopo. Masih segar diingatannya tiga dekade lalu dia menginjakkan kakinya di Kota Idaman. Saat itu, dia bersama sang suami dan enam orang anaknya memberanikan diri mengadu nasib di Palopo.

Sebelum mempunyai warung makan permanen, dahulu dia berjualan di pingir jalan.

“Selama 10 atau sejak tahun 2008, saya jualan makanan di pinggir jalan. Tepatnya di depan Toko bangunan, samping ATM BCA pada malam hari. Alhamdululillah, ada rezeki dari Allah, jadi saya coba buka warung sendiri di Jalan Merdeka, Kecamatan Wara Timur, tepatnya depan SMP 3 Kota Palopo,” ujar Rohani saat ditemui Koran SeruYA, Rabu (25/7) siang.

Warung Rohani menyediakan beberapa menu andalan. Tentu menu itu sudah sangat familiar di lidah konsumennya.

“Kami menyediakan berbagai menu makanan seperti percin kangkung, pepes ayam, pelecing ayam pedas, daging, rawon, sate lilin, opor rebong, terong sambal dan lain,” bebernya.

Untuk harga relatif murah dengan kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Walapun masih baru dan kadang pengunjung masih sepi, tapi Rohani tetap optimis dengan usaha rumah makannya.

“Pantang mundur maju terus, kalau sepi pengunjung masih ada hari esok,” pungkasnya. (suf/liq)