Suasana lelang aset daerah berupa kendaraan dinas baik roda dua, roda tiga, dan roda enam oleh Pemkab Lutra, bekerjasama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Kota Palopo, Senin (20/9/2016)
Suasana lelang aset daerah berupa kendaraan dinas baik roda dua, roda tiga, dan roda enam oleh Pemkab Lutra, bekerjasama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Kota Palopo, Senin (20/9/2016)

MASAMBA, SeruYA–Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra), bekerjasama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Kota Palopo, Senin (20/9), kemarin, melakukan lelang terbuka atas inventaris barang milik daerah. Adapun barang yang dilelang berupa kendaraan dinas roda dua, roda tiga, dan roda enam milik Pemkab Luwu Utara, yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Lutra.

Lelang terbuka tersebut, merupakan kali pertama dilakukan, dan peserta yang ikut lelang bukan hanya dari Lutra saja,
tapi ada juga dari luar daerah, seperti dari Toraja dan Kabupaten Sidrap. Bahkan ada juga angggota DPRD Luwu Utara yang juga ikut lelang.

Lelang aset milik Pemkab Lutra tersebut, dibuka secara resmi oleh Asisten II Lutra, Samsul Syair. Dalam sambutannya,
saat membuka lelang atas aset daerah tersebut, menjelasakan, jika lelang yang dilakukan atas inventaris barang milik daerah berupa Kendaraan Dinas ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Luwu Utara nomor 188.4.45/611/XII/2015 tanggal 8 Desember 2015.

“Aset daerah berupa kendaraan dinas roda dua, roda tiga, dan roda enam, yang dilelang merupakan Kendaraan dinas yang sudah tidak layak pakai lagi, sehingga dilelang yang nantinya akan dihapuskan dari aset daerah,” terang Symasul Syair.

Proses lelang atas kendaraan dinas atau inventaris barang milik daerah yang dilakukan atas kerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Kota Palopo, adalah dalam rangka untuk melakukan penghematan karena inventaris ini hanya menjadi beban bagi daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset Dinas DPKAD Luwu Utara, A. Eka Kresnawesi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pada lelang terbuka yang dilaksanakan tersebut, ada 50 kendaraan dinas Pemkab Luwu Utara yang dilelang. Rinciannya, untuk roda 2 ada 45 unit, roda 3 ada 4 unit, dan roda enam ada 1 unit.

“Proses lelang ini dilakukan setelah ada usulan atau permohonan penghapusan dari SKPD pengguna kendaraan yang selanjutnya kami usulkan ke Sekda Lutra selaku pengelola barang milik daerah, yang setelah baru kita lakukan proses lelang dengan bekerjasama dengan pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan lelang, seperti Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Palopo,” terang Kabid Aset, A. Eka Kresnawesi.

Lanjut Kabid Aset, bahwa terkait dengan hasil dari lelang inventaris barang milik daerah ini nantinya akan diterima oleh KPKNL (Kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang) yang akan dimasukkan ke kas negara yang selanjutnya akan dimasukkan kembali ke kas daerah, dimana yang melakukan proses penyampaian ke kas daerah akan dilakukan oleh KPKNL.

Selain itu, kata Eka, jika kendaraan yang dilelang tersebut, sebagian besar rusak parah dan hanya menjadi beban bagi daerah. “Daripada menjadi beban daerah apalagi tidak bisa lagi untuk difungsikan, maka dilakukan saja untuk penghapusan aset,” katanya. (AKSAN HIDAYAT)