PALOPO — Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memberikan peringatan keras kepada pengelola Mega Plaza Palopo.

Itu karena Mega Plaza dianggap melanggar ketentuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kepala Dinas DPMPTSP Kota Palopo, Farid Kasim Judas bahkan mengancam akan menghentikan operasi Mega Plaza.

Farid menjelaskan, IMB tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Tim Supervisi Lapangan DPMPTSP sudah melakukan pengukuran secara detail bangunan Mega Plaza.

” Ternyata ukurannya tidak sesuai dengan izin yang dimiliki. Ada kelebihan bangunan,” katanya kepada wartawan, Kamis (23/11).

Informasi yang dihimpun menyebutkan dalam IMB yang diterbitkan untuk Mega Plaza hanya berlantai dua. Namun ternyata pengelola menambah dua lantai lagi menjadi empat lantai. Akibat kelebihan lantai tersebut sesuai dengan hitung-hitungan DPMPTSP, Mega Plaza diharuskan membayar kewajiban sebesar kurang lebih Rp 200 juta.

Farid mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada pihak pengelola untuk segera menyelesaikan kewajibannya.

” Jika tidak, kami akan menutup operasinya,” tegas Farid. Manager Mega Plaza, Hardy, mengaku baru mengetahui pelanggaran yang dilakukan pihaknya setelah surat dikirim kepadanya.

Dia mengatakan saat pembangunan gedung, awalnya ditangani oleh managemen lama.

“Kami baru tahu saat surat itu kami terima. Saat pembanggunan awal gedung ini, itu ditangani oleh management yang lama. Jadi kami sama sekali tidak tahu menahu soal ini,” jelasnya.

Kendati demikian, pihak Mega Plaza tak ingin lepas tangan. Mereka mengaku siap mengikuti setiap aturan yang berlaku.

“Kalau pun kami keliru, kami mohon maaf. Kami akan berupaya untuk mengikuti setiap aturan yang berlaku, pungkasnya. (liq/adn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four + thirteen =