LUWU — Makmur alias Dg Aco masih terpincang-pincang saat berjalan. Namun, ia masih bersyukur biaa selamat dalam insiden tabrakan perahu di perairan Balambang, Bua, Kabupaten Luwu, Sabtu (19/11) malam sekitar pukul 20.00 wita.

Dia menceritakan, saat itu mereka berangkat dari rumahnya sekitar pukul 16.00 wita usai shalat ashar.

Saat malam tiba, lampu kecil yang terpasang di perahu menuntun mereka ke tengah lautan untuk mencari ikan. Makmur bersama dengan empat rekannya yang juga warga Desa Balambang.

Belum sampai ke tempat tujuan tiba-tiba dari arah samping perahu mereka ditabrak oleh sebuah kapal dengan ukuran yang lebih besar.

Diketahui kapal tersebut berasal dari Desa Tirowali, Kecamatan Ponrang. Makmur dan Rapli sempat berpegangan ke perahu. Sedangkan Baba dan La Tahar jatuh ke laut. Dua yang duduk paling belakang, yakni La Tahar dan Aprian menderita luka serius. Aprian bahkan Kepalanya terjepit perahu.

” Kami dibawa ke Balambang oleh kapal yang lewat. La Tahar memang langsung menghilang,” katanya kepada warga di rumah Kepala Desa Balambang, Minggu (19/11) pagi. Baba masih sempat ditolong. Dia menduga kapal yang menabrak tersebut tidak melihat perahu mereka. Apalagi, cuaca sangat gelap.

Aprian yang menderita luka serius sempat dilarikan ke RSUD Rampoang. Namun, nyawanya tak dapat diselamatkan. Korban masih tercatat sebagai siswa SMA di salah satu sekolah di Luwu.
Hingga kemarin, pencarian terhadap La Tahar masih terus dilakukan.

Penanggungjawab SAR Bone di lokasi, Basri mengatakan pihaknya baru menentukan lokasi koordinat untuk melakukan pencarian.

Sesuai dengan prosedur, pihaknya akan melakukan pencarian selama 7 hari. ” Mudah-mudahan korban secepatnya ditemukan,” katanya. (adn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 − 5 =