Walikota Palopo, HM Judas Amir ikut pawai HUT Proklamasi RI ke-72 tingkat Kota Palopo, Selasa 15 Agustus 2017. (foto humas/hendra)
Walikota Palopo, HM Judas Amir ikut pawai HUT Proklamasi RI ke-72 tingkat Kota Palopo, Selasa 15 Agustus 2017. (foto humas/hendra)

KORANSERUYA.COM–Walikota Palopo, HM Judas Amir, mengajak warga Kota Palopo agar senantiasa menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa, terutama budaya Luwu di Kota Palopo, yaitu sipakalebbi, sipakainga, sipakatau.

Nilai-nilai budaya luhur ini, dalam prakteknya senantiasa dilandasi agama, moral, serta etika yang senafas dengan esensi ajaran semua agama yang sangat menghargai keragaman dan perbedaan.

Ajakan Walikota Palopo tersebut, salah satu inti sambutan yang akan dibacakannya saat peringatan detik-detik Proklamasi RI ke-72, tanggal 17 Agustus 2017, dalam upacara di jajaran Pemkot Palopo, yang direncanakan digelar di Lapangan Gaspa Palopo.

“Pesan ini sejalan dengan amaah Proklamator Kita, Bung Karno pernah mengatakan bahwa Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Marauke. Untuk itu, mari kita senantiasa menjaga kebersamaan dan persatuan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa, terutama budaya Luwu di Kota Palopo, yaitu sipakalebbi, sipakainga, sipakatau,” kata Judas Amir, dalam rilis yang diterima KORAN SeruYA.

Sekaitan dengan peringatan HUT Proklamasi ke-72, menurut Judas Amir, dengan jiwa proklamasi, inilah saatnya kita mempersatukan tekad dan semua potensi yang kita miliki untuk meningkatkan demokratisasi, mewujudkan keadilan dan kesejahteraan, dengan merubah pola pikir negative menjadi positif, dari yang pesimistis menjadi lebih optimis, dan dari yang gamang menjadi percaya diri.

Dikatakan Judas, dalam mengisi kemerdekaan, tantangan bangsa ini kian kompleks. Menurtunya, tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya persoalan politik dan ekonomi belaka, namun bangsa ini dihadapkan pada tantangan dalam mengelola kemajemukan yang sudah menjadi kodrat keberadaan bangsa Indonesia. “Kemajemukan dapat menjadi kekuatan yang maha dasyat jika kita mampu menjaganya dengan baik, namun akan menjadi bencana jika kita salah menyikapinya,” katanya.

“Banyak bangsa yang harus menghadapi takdir sejarah, terpecah belah, tercerai-belai, karena tidak mampu menjaga kemajemukan dan itu tidak boleh terjadi di Kota Palopo yang kita cintai ini,” lanjut Judas Amir menambahkan.

Dikatakan Judas Amir, bangsa ini patut berbangga karena negara Indonesia terus bergerak maju, meskipun tantangan dan ujian datang silih berganti. Bangsa ini telah menunjukkan bahwa dengan tekad dan keyakinan disertai kerja keras, semua tantangan itu dapat dilalui dengan baik sehingga perlahan dan pasti bisa menuju ekonomi yang kuat dan berkeadilan, demokrasi yang stabil dan berkualitas, serta peradaban bangsa yang maju dan

“Inilah wujud nyata dari makna kemerdekaan yang sesungguhnya, yaitu melakukan yang terbaik dengan segala kemampuan yang dimiliki untuk kejayaan Negeri,” katanya. (adv)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 + five =