Rezky Iftitah Alam
Rezky Iftitah Alam
Topik Populer
#Gempa Palu

KORANSERUYA.COM — Menunggu usia tua untuk meraih kesuksesan ternyata tidak menjadi prinsip semua orang, jika masih muda dan bisa sukses mengapa tidak. Prinsip itulah yang dipegang Rezky Iftitah Alam, dosen cantik yang paling muda di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia.

Ditemui di kampusnya di JL Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (03/08/2017), perempuan kelahiran Makassar, 3 September 1990 itu memulai karirnya sebagai dosen di FKM UMI sejak April 2014 lalu. Tepat dua tahun setelah menyelesaikan studi SI di Jurusan Keperawatan UMI yang juga tempatnya mengajar saat ini.

BACA JUGA : LPMP Sulsel Gelar Bimtek SPMI di SMPN 8

Sebelum berprofesi menjadi dosen, Ners Kiki sapaan akrabnya juga pernah mengabdikan diri di RS Ibnu Sina sebagai perawat. “Saya pernah kerja di RS Ibnu Sina sebagai perawat, memang ini cita-cita saya menjadi dosen,” jelas anak kedua dari pasangan Syamsu Alam dan Asnaidah itu.

Karir perawatnya ia hentikan setelah bekerja selama dua tahun di RS Ibnu Sina. Hal ini dilakukannya atas keinginan kedua orang tua.

BACA JUGA : Janji NH akan Wujudkan Provinsi Luwu Raya Dinilai Hanya Dagangan Politik

“2016 lalu saya berhenti jadi perawat, ini keinginan orang tua. Mereka lebih sepakat saya jadi dosen saja, akhirnya saya fokus jadi dosen sejak 2014 sampai sekarang,” lanjut perempuan berumur 27 tahun itu. Selain sibuk untuk mengajar di FKM UMI, perempuan yang berdomisili di Gowa tersebut juga tengah sibuk menyelesaikan study S2 jurusan Promosi Kesehatan di Pasca Sarjana UMI.

BACA JUGA : KPU Palopo Rancang Dua Kali Debat Calon Walikota, Disiarkan TV Nasional

“Selain ngajar, saya sibuk susun tesis saat untuk penyelesaian study S2,” tambah wanita yang senang mengenakan jilbab besar itu.

Dari penghasilannya, kata Ners Kiki, dirinya sudah bisa mandiri membiayai hidup, membeli kebutuhan kedua orang tua serta membiayai kuliah adiknya. “ Saudara yang pertama sudah kerja juga di Ambon, yang ke dua ini masih kuliah di UMI Fakultas Ilmu Komputer semester akhir, semntra menyusun skripsi juga,” tambahnya.

Dia mengungkap, awalnya dirinya tak menyukai profesinya sebagai dosen. Namun seiring waktu, Kiki mulai merasa nyaman bekerja sebagai dosen ketimbang perawat dulu. Alasannya lebih banyak waktu luang.





“Yang buat saja bertahan jadi dosen, ternyata saya punya lebih banyak free time ketimbang waktu masih bekerja sebagai perawat dulu, bisa lebih sering ketemu keluarga dan teman-teman dekat,” beber Alumni Keperawatn FKM UMI ini. (rilis)