Jasad Martina Martina saat ditemukan di semak belukar hutan pinus Marrang, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, Selasa malam (19/12/2017) lalu.
Jasad Martina Martina saat ditemukan di semak belukar hutan pinus Marrang, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, Selasa malam (19/12/2017) lalu.
Topik Populer
#Gempa Palu

KORANSERUYA.COM–Tragis nasib dialami Martina Marni, mahasiswi jurusan Sastra Inggris Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja. Dia ditemukan tewas di semak belukar hutan pinus Marrang, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, Selasa malam (19/12/2017) lalu.

Informasi dihimpun KORAN SeruYA, mahasiswi semester 7 UKI Toraja ini diduga kuat tewas karena dibunuh. Korban ditemukan warga setelah diketahui tinggalkan rumah hingga sore tak kembali, dengan alasan hendak kuliah.

“Masih tahap penyelidikan, kita sudah datangi TKP sesaat setelah ditemukan. Penyebabnya nanti disampaikan,” ucap AKP Semuel Pulung Kapolsek Mengkendek, Rabu (20/12/2017), dikutip KORAN SeruYA dari Pojoksulsel.

Jasad korban saat ditemukan ditutupi ranting serta daun. Beberapa luka tusuk ditemukan di tubuhnya.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel), Kombespol Dicky Sondani, menjelaskan, tubuh Martina ditemukan oleh beberapa saksi, yakni Medi Tandi alias Papa Cika, 38 dan Andarias Tappi, 35 sekitar pukul 20.00 Wita.

Menurut Dicky, berdasarkan keterangan keluarga korban, Martina meninggalkan rumah sejak Selasa (19/12) sekitar pukul 07.00 WIta, setelah ditelepon oleh rekannya, Resti.

“Mereka janjian akan bertemu di perempatan pesantren getengan untuk sama – sama berangakat ke UKI Toraja, Namun setelah perempuan Resti menunggu beberapa saat, korban belum juga datang, sehingga Resti menghubungi korban via WhatsApp (WA), Namun handphone korban tidak aktif,” jelasnya melalui pesan Whatsapp, Rabu (20/12).

Setelah itu, Resti mencari korban di Kampus UKI Toraja, namun tidak ditemukan juga. Sekitar pukul 17.00 Wita Resti mencari korban dirumahnya. Tapi menurut pihak keluarganya, korban sudah meninggalkan rumah sejak pagi dan belum kembali ke rumah.

Sekitar pukul 20.00 Wita keluarga korban melakukan upaya pencarian terhadap korban dengan cara menyisir jalan yang sering dilalui berjalan kaki oleh korban menuju ke Kampus.

“Sekitar pukul 20.30 Wita pihak keluarga menemukan korban dalam semak-semak dengan tertutup ranting dan daun-daun dan hanya kelihatan sepatunya, Kemudian pihak keluarga menghubungi pihak Kepolisian,” lanjutnya.

Pukul 22.00 Wita pihak Polres Tana Toraja dan Polsek Mengkendek yang dipimpin Kasat Reskrim dan Kapolsek Mengkendek mendatangi TKP dan melakukan olah TKP mengumpulkan barang bukti dan melakukan dokumentasi serta membawa korban ke RS Lakipadada untuk dilakukan visum et refertum.

Hasil visum antara lain,tubuh korban sudah dalam keadaan kaku dan dibelakang tubuh korban terdapat lebam mayat. Pada mata kanan dan kiri terdapat kotoran berwarna coklat dan pada kedua lubang hidung tersumbat oleh kotoran.

Luka tusuk pada bagian dada dan perut sebanyak 7 tusukan benda tajam dengan ukuran antara lain 4,5 cm x 2 cm, 2 cm x 0,5 cm, 1 cm, 3 cm, 2,5 cm, 2 cm dan 2,5 cm.

“Luka tusuk pada perut kanan sebanyak 2 tusukan benda tajam dengan ukuran masing – masing 2,5 cm. Luka robek pada telapak tangan kiri ukuran 5 x 1 cm, pada kelingking 2 x 0,5 cm, pada ibu jari 1,5 cm. 9) Luka robek pada jari manis tangan kanan 1,5 cm, jari tengah 1 cm dan jari telunjuk 2,5 cm,” imbuh Dicky.

Berdasarkan visum dan fakta yang ditemukan di lapangan, polisi menduga Restina tewas akibat dibunuh. (*/cbd)