Kades Komba saat dibawa ke Lapas Palopo
Kades Komba saat dibawa ke Lapas Palopo

KORANSERUYA.COM — Kejaksaan Negeri Luwu menahan Kades Komba, Kecamatan Larompong, Salimuddin, usai diperiksa sebagai tersangka, Kamis (27/7) sekitar pukul 17.00 wita baru-baru ini. Salimuddin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelewangan dana desa Komba tahun 2016 lalu.

Kades Komba pamit kepada keluarganya
Kades Komba pamit kepada keluarganya

Beberapa waktu lalu, tersangka sempat diperiksa namun tiba-tiba jatuh sakit. Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Gde Edhy Bujanasa, mengatakan, penahanan tersebut untuk memperlancar penyidikan yang sementara dilakukan oleh jajarannya. ” Dikhawatirkan juga tersangka menghilangkan barang bukti atau melakukan perbuatan yang sama. Ini sudah diatur. Makanya, kami lakukan penahanan,” katanya kepada KoranseruYA.com di ruang kerjanya.

 

Kades Komba bersama pengacaranya
Kades Komba bersama pengacaranya

Adapun Salimuddin, hanya pasrah saat diangkut menggunakan mobil menuju ke Lapas Palopo. Dia dikawal oleh dua petugas bersenjata lengkap bersama petugas dari Kejaksaan Luwu. Tersangka yang menjabat sebagai Kepala Desa Komba, menggunakan Dana Desa untuk kepentingan pribadi. Tersangka melakukan laporan fiktif realisasi dana desanya.

” Kerugian negara atas kasus ini sekitar Rp 200 juta lebih. Tapi nilai pastinya kita tunggu hasil audit BPKP,” kata Gde. Informasi yang dihimpun menyebutkan, setiap tahun Desa Komba menerima Dana Desa hampir satu miliar lebih.

 

kades komba dijemput petugas
kades komba dijemput petugas

Dana tersebut untuk pembangunan atau pembenahan infrastruktur desa. Sejumlah pekerjaan diusulkan oleh tersangka. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sama sekali tidak ada pembangunan infrastruktur. Tersangka mengakalinya dengan membuat laporan palsu alias fiktif.

BACA JUGA : BREAKING NEWS : Usai Diperiksa di Kejari, Kades Komba Langsung Ditahan

Kepala Inspektorat Luwu, Lahmuddin mengatakan, sebenarnya masalah tersebut sempat ditanganinya. Bahkan, kepala desa sudah mengembalikan dana yang diduga digunakan secara pribadi. ” Sebenarnya dananya sudah dikembalikan ke kas daerah saat kasus ini bergulir. Tapi saya tidak tahu ternyata kasusnya lanjut,” kata Lahmuddin.




Gde mengatakan, pengembalian kerugian negara bukan berarti sebuah kasus serta merta dihentikan. ” Hanya sekadar meringankan saja. Kalau kasusnya tetap dilanjutkan. Tersangka akan dijerat pasal korupsi,” tegasnya. (eca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 16 =