Bupati Lutim, Husler berbincang dengan para investor saat melakukan kunjungan lapangan.
Bupati Lutim, Husler berbincang dengan para investor saat melakukan kunjungan lapangan.

Koranseruya.com — Sejumlah investor dari perusahaan ternama melakukan kunjungan bisnis di Kabupaten Luwu Timur, Minggu (12/3) kemarin. Mereka masing-masing Eriza, Direktur Bisnis dan Pengembangan PT Kaltim Industrial Estate, Masni, General Manager Bisnis dan Pengembangan PT Kaltim Industrial Estate, selanjutnya Ricky, Direktur Bisnis dan Pengembangan PT Kemurgi dan Sapto Trianggono, Direktur Utama PT Kemurgi.

Dalam kunjugan ini mereka melihat langsung potensi pertanian yang sangat menjanjikan di Lutim. Mulai dari potensi sawah seluas 25.181 hektar, kebun kakao 25,764.18 hektar, kebun sawit 10.672.66 hektar, kebun lada seluas 5.481,81 hektar dan berbagai komoditas pertanian lainnya.

Mereka ini diajak melihat sentra-sentra produksi padi di wilayah Kecamatan Tomoni dan sekitarnya termasuk lokasi yang menjadi titik pusat rencana pembangunan pabrik beras.

Potensi yang sangat menjanjikan ini membuat sejumlah investor mulai melirik untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian yang menjadi unggulan di daerah bertajuk Bumi Batara Guru tersebut.

“Kami sangat tertarik untuk membangun pabrik beras dengan melihat potensi yang ada. Termasuk juga industri turunannya seperti minyak dedak, tepung hingga pupuk,” kata Ricky, Direktur Bisnis dan Pengembangan PT Kemurgi.

Dikatakannya, produk dari bahan beras tersebut diupayakan tidak menghasilkan limbah.

“Semua akan kami olah menjadi aneka produk yang bermanfaat,” tambahnya.

Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler menyambut baik rencana investasi tersebut. Menurutnya kendala petani selama ini karena tidak tersedianya pabrik sehingga petani langsung menjual dalam bentuk gabah kering sehingga nilai jualnya jauh lebih rendah.

“Dengan komitmen pembangunan pabrik beras tersebut, para investor ini tentu saja akan sangat membantu para petani kita,” kata Husler.

Menurutnya, ini peluang yang cukup baik, makanya pemerintah akan siapkan lahan yang sudah tidak produktif untuk pembangunan pabrik beras. Sementara untuk produk turunannya akan di pusatkan di Kawasan Industri Malili di Desa Pasi-pasi, Kecamatan Malili.

Untuk diketahui, Perusahaan Kaltim Industrial Estate ini merupakan perusahaan yang mengelola 240 hektar kawasan industri PT Pupuk Kaltim. Sementara PT Kemurgi ini perusahaan yang bergerak di bidang industri turunan pangan berbasis padi dan sawit, serta energi terbarukan. (hms/asm)

BACA JUGA :Warga Asal Pangkep Ini Dipolisikan di Lutim, Begini Kronologinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + 6 =