Kanit Dikyasa Satlantas Polres Luwu, Iptu Tabita memaparkan terkait UU Lalulintas di hadapan murid-murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 24 Temalebba.
Kanit Dikyasa Satlantas Polres Luwu, Iptu Tabita memaparkan terkait UU Lalulintas di hadapan murid-murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 24 Temalebba.

KORANSERUYA.COM–Unit Dikyasa Satlantas Polres Palopo kian gencar menyosialisasikan UU Lalulintas Nomor 22/2009. Korps berbaju cokelat ini, Senin (30/10), mengadakan sosialisasi UU Lalulintas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 24 Temalebba.

Sosialisasi tersebut dikhususkan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan anak sejak usia dini tentang UU Lalulintas, mengingat
kian banyaknya anak dibawah umur mengendarai sepeda motor, padahal belum cukup usia.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Luwu, Iptu Tabita mengakui, saat ini banyak anak dibawah umur yang mengedarai sepeda motor. Tidak hanya itu, kebanyakan dari mereka menggunakan ‘kuda besi’ itu dengan ugal-ugalan di jalan.

“Sejauh pengamatan kami, anak SD sudah diizinkan orang tuanya mengendarai sepeda motor. Padahal dari sisi usia, mereka belum berhak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),” kata Iptu Tabita.

(BACA JUGA): Palopo Terima Bantuan Mobil Dapur dari Kemensos, Ini Kata Walikota…

Di hadapan ratusan siswa dan puluhan guru, Iptu Tabita menegaskan, pihaknya ‘mengharamkan’ siswa SD membawa kendaraan motor di jalan raya. Selain karena melanggar UU Lalulintas, anak dibawah umur yang membawa kendaraan di jalan raya dapat membahayakan keselamatan dirinya dan pengendara lain.

“Sebagian besar kecelakaan di jalan raya akibat human eror atau kesalahan pengendara, itu karena mereka tidak tertib dalam berlalu lintas. Jadi, haram hukumnya jika anak dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor,” tegasnya.

Fenomena ini sudah berkembang di tengah masyarakat mengingat alasan utama para orangtu adalah kebutuhan alat transportasi. Mengendarai sepeda motor menjadi solusi di tengah kondisi angkutan umum massal saat ini. Namun, sangat disayangkan, para orangtua tidak memikirkan dampak yang akan terjadi pada buah hati kesayangannya, karena dibiarkan mengendarai sepeda motor meski belum cukup usianya.

(BACA JUGA): Polisi Pertanyakan Kinerja Polisi, Ada Apa?

“Ini sangat memiriskan. Jadi siapapun dia, jika belum memenuhi syarat maka dilarang keras membawa kendaraan. Itu sudah jelas diatur dalam undang-undang,” ucapnya.

Untuk itu, dalam sosialisasi UU Lalulintas tersebut, Iptu Tabita berharap agar para pelajar dapat menyerap semua ilmu yang diberikan padanya. Buka hanya menyerap, tapi juga mengaplikasikannya dengan tidak membawa kendaraan jika belum cukup umur.

“Kami berharap dalam diri mereka tertanam tertib dalam berlalu lintas dan menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas. Kami juga berharap dan berpesan kepada orangtua agar menyayangi anaknya dengan cara tidak diijinkan mengendarai motor ke sekolah karena belum cukup usia untuk berkendara,” ujar Iptu Tabita.

Usai sosialisasi, Dikyasa bersama Dishub Provinsi Sulsel, bergeser ke Jalan Pongsimpin sekaligus meninjau marka jalan yang ada di wilayah tersebut.

“Kebetulan ada dua agenda hari ini, pertama sosialisasi UU Lalulintas di SDN Temalebba, kemudian meninjau marka jalan yang ada di Pongsimpin,” pungkasnya. (liq)

(BACA JUGA): Walikota Palopo Ikut Teken MoU dengan Kapolda Terkait Calon Anggota Polri Berprestasi di Daerah