Syafruddin Djalal

PALOPO–Ketua Panwaslu Palopo, Syafruddin Djalal mengatakan, pihaknya sangat menghargai keputusan KPU Palopo terkait hasil pleno yang menolak rekomendasi Panwaslu Kota Palopo. Untuk itu, kata dia, pihaknya akan berkonsultasi dengan Bawaslu Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait hasil pleno KPU Palopo.

Panwaslu Kota Palopo merekomendasikan ke KPU Palopo, yakni surat rekomendasi Nomor 0361/SN-23/PM.00.02/IV/2018 tanggal 17 April 2018, yang mengajukan pembatalan HM JUdas Amir, MH sebagai Calon Wali Kota Palopo. Namun, sesuai hasil pleno KPU Palopo, kemarin, rekomendasi Panwaslu tersebut ditolak.

“Kita sangat menghargai keputusan KPU tersebut,” kata Jalal kepada wartawan, kemarin.

Meski sudah ada hasil pleno KPU Palopo, Jalal mengatakan, pihaknya tetap yakin bahwa rekomendasi yang telah dikeluarkannya sudah tepat dan benar. Alasan dia, terdapat fakta bahwa sejumlah ASN dimutasi ke tempat lain dalam jabatan tersebut dan menurut saksi, Kepala BKD Palopo tidak memiliki persetujuan.

(BACA JUGA): KPU Palopo Dikabarkan Tolak Rekomendasi Panwaslu Palopo, JUARA Tetap Bertarung

Menurut Jalal, jika surat Kemendagri yang ditandatangani Dirjen Otoda RI Soni Sumarsono, yang menyatakan Judas Amir tidak bersalah, bukan produk hukum yang dapat membatalkan rekomendasi Panwaslu. “Kalau surat Kemendagri yang telat itu, menurut saya pribadi adalah pertimbangan yang keliru sebab surat itu bukan produk hukum,” katanya.

Untuk diketahui, Panwaslu meminta agar KPU Palopo membatalkan pencalonan Judas Amir kerena bersalah melanggar Pasal 71 ayat 2 UU No.10 Tahun 2016 beberapa waktu lalu. Setelah keluar putusan Kemendagri yang mengatakan Judas Amir tidak bersalah, KPU Palopo melakukan pleno dan menolak rekomendasi tersebut. (liq)