Calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar, tetap melakukan aktivitas rutin menjelang debat publik jilid II di Jakarta, Kamis (19/4) malam. Tidak ada persiapan khusus, seperti halnya yang dilakukan oleh calon gubernur Nurdin Halid (NH). Ustaz Aziz-sapaan karib Aziz Qahhar, tetap mengajar para santrinya di Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Raya Kalimulya, Kota Depok.
Calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar, tetap melakukan aktivitas rutin menjelang debat publik jilid II di Jakarta, Kamis (19/4) malam. Tidak ada persiapan khusus, seperti halnya yang dilakukan oleh calon gubernur Nurdin Halid (NH). Ustaz Aziz-sapaan karib Aziz Qahhar, tetap mengajar para santrinya di Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Raya Kalimulya, Kota Depok.

DEPOK–Calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar, tetap melakukan aktivitas rutin menjelang debat publik jilid II di Jakarta, Kamis (19/4) malam. Tidak ada persiapan khusus, seperti halnya yang dilakukan oleh calon gubernur Nurdin Halid (NH). Ustaz Aziz-sapaan karib Aziz Qahhar, tetap mengajar para santrinya di Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Raya Kalimulya, Kota Depok.

Ustaz Aziz terlihat asyik mengajar sekitar seratusan santri di masjid yang terletak dalam Kompleks Pondok Pesantren Hidayatullah. Dibantu sejumlah pengajar, mantan anggota DPD RI tiga periode itu membagi santrinya dalam enam kelompok. Ada yang belajar mengaji dan ada pula yang mengkaji tafsir Al-Quran.

Tidak sebatas mengkaji tafsir Al-Quran, Ustaz Aziz dan ratusan santri melakukan salat berjemaah tatkala masuk waktu Zuhur. Aktivitas demikian menjadi rutinitas Ustaz Aziz tatkala mengunjungi Pondok Pesantren Hidayatullah. Bagi tokoh yang besar dari lingkungan pesantren itu, syiar agama Islam senantiasa dilakukan pada setiap kesempatan.

Ustaz Aziz mengatakan pihaknya memang tidak melakukan persiapan khusus menghadapi debat publik II. Toh, debat publik sejatinya merupakan pertarungan gagasan yang semestinya sudah dikuasai kandidat, sebagaimana visi misi. Itulah yang kemudian dituangkan dalam program unggulan.

“Tidak ada persiapan khusus, aktivitas ya seperti ini (mengajar santri). Kalau soal debat publik, Insya Allah sudah siap karena visi misi Sulsel Baru itu memang atas ide dan pikiran sendiri bersama Pak NH,” ucap Ustaz Aziz.

Lebih jauh, putra pejuang Kahar Muzakkar ini mengharapkan debat publik berlangsung lancar dan penuh pertarungan gagasan. Muaranya untuk meyakinkan masyarakat perihal ide dan program terbaik untuk mensejahterakan masyarakat Sulsel. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 1 =