Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, menorehkan tulisan lafas Allahu Akbar di atas kanvas kosong lukisan, usai membuka secara resmi Festival Kota Pusaka 2017, di Gedung SaodenraE Convention Centre (SCC) Palopo, Jumat (17/3/2017) sore lalu. Tampak pelukis Tana Luwu, Musly Anwar mendampingi Wali Kota. (ft/humas)
Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, menorehkan tulisan lafas Allahu Akbar di atas kanvas kosong lukisan, usai membuka secara resmi Festival Kota Pusaka 2017, di Gedung SaodenraE Convention Centre (SCC) Palopo, Jumat (17/3/2017) sore lalu. Tampak pelukis Tana Luwu, Musly Anwar mendampingi Wali Kota. (ft/humas)

KORAN SeruYA–Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, menorehkan tulisan lafas Allahu Akbar di atas kanvas kosong lukisan, usai membuka secara resmi Festival Kota Pusaka 2017, di Gedung SaodenraE Convention Centre (SCC) Palopo, Jumat (17/3/2017) sore lalu.

Goresan awal yang ditorehkan Judas Amir diatas kanvas kosong itu, akan dilanjutkan pelukis tamu dari luar Palopo yang akan ditunjuk panitia, untuk menyelesaikan lukisan lafaz Allahu Akbar tersebut.

“Lukisan lafas Allahu Akbar setelah diselesaikan pelukis tamu, akan diserahkan kepada Bapak Wali Kota Palopo sebagai kenang-kenangan, dari seniman atas penyelenggaraan Festival Kota Pusaka 2017 di Kota Palopo,” kata panitia pelaksana, Musly Anwar.

Saat menggoreskan lafas Allahu Akbar menggunakan bahasa Arab di atas kanvas kosong, Musly Anwar mendampingi Wali Kota bersama Forum Koordinasi Antar Pimpinan Daerah Kota Palopo. Musly yang tidak lain seniman Luwu Raya ini, bahkan ikut membimbing Wali Kota ketika menorehkan cat di atas kanvas kosong.

Wali Kota Palopo, HM Judas Amir memuji kreativitas para seniman lokal Tana Luwu yang dinilainya tidak kalah bersaing dengan seniman dari daerah lainnya, bahkan skala nasional. Apalagi, saat meninjau anjungan Festival Kota Pusaka 2017, Judas Amir menyaksikan beberapa lukisan Musly Anwar dan seniman lokal Tana Luwu

Menurut Judas Amir, menjadi tugas pemerintah daerah untuk menjaga tatanan budaya dan tradisi yang berlaku di daerahnya. “Pemkot Palopo sejak awal telah bertekad untuk menjaga budaya dan tradisi di Tana Luwu, sebagai bentuk tanggungjawab dan tugas dari pemerintah daerah yang telah diamanahkan UU,” katanya. (ayi/cbd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + 4 =