Salah satu penjual jupe alias jeruk peras di Palopo
Salah satu penjual jupe alias jeruk peras di Palopo

PALOPO — Arwah artis Indonesia, Julia Perez atau akrab disapa Jupe, yang meninggal beberapa waktu sudah tenang di alam baka. Namun, namanya masih terus dikenang. Di kota Palopo, sejak beberapa bulan terakhir ini, nama Jupe kembali tenar. Bukan karena Jupe bangkit dari kuburnya, tetapi munculnya penjual jeruk peras yang disingkat dengan Jupe.

Bagai jamur di musim penghujan. Setiap sudut Kota Idaman dihiasi lapak-lapak penjual Jupe. Selain karena harganya yang terjangkau, bahan baku yang mudah didapat juga menjadi alasan menjamurnya Jupe di Palopo. Salah satunya Putri (25). Dara cantik ini biasa berjualan di depan Kampus Universitas Andi Djemma, Jalan Sultan Hasanuddin.

Walaupun baru berdagang selama sebulan, penghasilannya dari penjualan Jupe cukup meyakinkan. Perharinya dia dapat mengumpulkan pundi-pundi Rupiah hingga Rp 600 ribu. “Paling sedikit bisa mencapai Rp 300 ribu. Dalam sehari, saya pernah mendapat Rp 600 ribu,” jelasnya kepada koranseruya.com, Selasa (21/11) siang. Untuk satu gelas Jupe harganya Rp 5 ribu.

Padahal modal awal untuk menjual Jeruk Peras itu hanya Rp 1,3 Juta. Itu terdiri dari harga mesin peras senilai Rp 950 ribu. Sedang sisanya untuk jeruk dan perlengkapan lainnya. “Alhamdulillah penghasilan saya dapat bertambah. Jualan ini hanya sampingan saja. Pekerjaan saya itu jualan daging di PNP. Setelah dari situ, baru saya kesini jualan Jupe,”tuturnya.

Bahan bakunya cukup mudah didapat. Dia mendapatkannya dari Malangke, Kab. Lutra. Harganya pun cukup murah, yaitu Rp 9.000 per kilogram. “Saya buka dari jam 9 Pagi sampai jam 9 malam. Kalau pagi adik saya yang jaga, nanti pulang dari Pasar baru saya yang gantikan dia,” pungkasnya. (liq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 5 =