Unsur Muspida Luwu memusnahkan barang bukti kasus Narkoba dalam rangka perayaan HUT Adhyaksa ke-57 di Kejari Belopa. (ft/echa)
Unsur Muspida Luwu memusnahkan barang bukti kasus Narkoba dalam rangka perayaan HUT Adhyaksa ke-57 di Kejari Belopa. (ft/echa)
Topik Populer
#Gempa Palu

 

KORANSERUYA.COM–Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belopa, Kabupaten Luwu, Gede Edhy Bujanayasa mengaku sangat prihatin atas maraknya kasus penyalahgunaan narkoba di Luwu. Bahkan, Kajari menyatakan kasus narkoba sangat ‘ngeri’ yang masuk ke Kejari Luwu selama tahun 2017 ini.

“Bayangkan, dari 36 kasus penuntutan, 70 persen di antaranya kasus narkoba,” kata Gede.

Edhy mengaku sangat prihatin dengan kondisi pengguna narkoba di Luwu yang terbilang sudah masuk skala darurat, sehingga dirinya sendiri mengaku sudah ngeri melakukan penuntutan.

“Saya ngeri sendiri kadang saya sudah tidak tega karena narkoba ini 70 persen dari 36 perkara,” ujar kajari saat memberikan sambutan pada perayaan HUT Adhyaksa ke-57.




Barang bukti sebanyak 77 gram narkoba jenis shabu-shabu yang saat ini telah dimusnahkan bersamaan dengan 22 Hp yang digunakan para bandar, pengguna, serta pengedar, semua barang bukti ini dimusnahkan bersama barang bukti lainnya di HUT Adhyaksa ke-57.

Kajari juga menyampaikan bahwa saat ini reformasi penegakan sudah bergeser tidak lagi seperti pabrik, yakni semakin banyak produk yang dihasilkan semakin baik, tapi saat ini penegak hukum lebih mengutamakan tindakan prepentif dan memperkecil tindakan kejahatan melalui TP4D.

“Bukan berarti penindakan hukumnya tidak ada. Kalau kita sudah berusaha melalui TP4D, tapi tidak bisa lagi maka akan dilakukan tindakan tegas,” katanya.

Pada pelaksaan HUT Adhyaksa ini dirangkai dengan halal bilhalal serta peletakkan batu pertama masjid Baitul Adli, sekaligus pemusnahan semua alat bukti kasus yang sudah inkra.

Sekda Luwu Saiful Alam berharap Kekejsaan bekerja lebih profiesional. Dirinya juga berharap ini agar semua pihak dari dinas bisa bekerjasa dengan baik kejaksaan. (eca)