AKBP Dhafi
AKBP Dhafi

KORANSERUYA.COM — Kapolres Luwu Utara, AKBP Dhafi, mengatakan, korban Asm (20) warga Desa Kalotok yang tewas Senin (17/7) sekitar pukul 08.30 wita, bukan lantaran perang dengan warga dari Desa Dandang.

” Kejadiannya di sekitar Desa Kampung Baru pada subuh sekitar pukul 04.30 wita. Korban sedang mencoba-coba membunyikan papporonya dan meledak sendiri. Jadi, korban meninggal bukan saat bentrok. Keluarganya yang diinterogasi anggota juga mengatakan demikian,” katanya saat dihubungi via ponselnya, baru-baru ini.

BACA JUGA : BREAKING NEWS : Perang Papporo Antar Pemuda di Sabbang, Satu Tewas

Desa Kampung Baru merupakan batas antara Desa Kalotok dengan Desa Dandang. Sebelumnya, antara pemuda kedua desa juga sudah beberapa kali terlibat bentrok menggunakan Papporo. Peristiwa tersebut dipicu insiden sebelumnya yang terjadi pada 12 Juni lalu.

BACA JUGA : Laka Tunggal, Warga Mario Tewas di TKP

Saat itu, sejumlah pemuda asal Desa Kalotok yang pulang dari Desa Torpedo Jaya mengikuti acara dero dihadang sekelompok pemuda. Pemuda Kalotok menduga pelakunya berasal dari Desa Dandang. Pekan lalu, kedua pemuda dari dua desa ini juga sempat saling serang menggunakan Papporo di salah satu acara pernikahan di Desa Kampung Baru.




AKBP Dhafi mengatakan terkait peristiwa penghadangan sebelumnya, pihaknya sementara memburu empat pelaku. ” Yang pasti bahwa anggota kita siagakan di lokasi. Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” katanya. (fim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × one =