Pemilik rumah yang dibakar di Mancani, saat terjadi bentrokan dua warga bertetangga di Kelurahan Mancani, Jumat (21/10) petang lalu. Warga Mancani sudah sangat meresahkan terjadinya bentrokan di Mancani. (ft/israil laingly)
Pemilik rumah yang dibakar di Mancani, saat terjadi bentrokan dua warga bertetangga di Kelurahan Mancani, Jumat (21/10) petang lalu. Warga Mancani sudah sangat meresahkan terjadinya bentrokan di Mancani. (ft/israil laingly)

KORAN SeruYA–Pertikaian warga Lorong Uri dan Batu di Kelurahan Mancani makin parah. Jika selama ini mereka kerap bentrok dan hanya saling lempar dan busur, kini rumah warga dibakar. Warga pun meminta Kapolres Palopo merealisasikan janjinya menembak di tempat pelaku kerusuhan.

Bentrokan terjadi pada Jumat (21/10/2016) lalu sekira pukul 16.00 Wita. Berdasarkan informasi yang didapatkan KORAN SeruYA, meledaknya kembali kerusuhan ini, akibat adanya seorang warga melakukan pelemparan dan mengenai salah satu perempuan warga setempat.

Insiden tersebut membuat warga setempat terpancing dan terjadilah peperangan yang berlangsung sekira satu jam. Dalam insiden tersebut, ada warga yang terkena busur pada saat saling serang dengan menggunakan berbagai jenis senjata yang membahayakan termasuk busur.

Berdasarkan keterangan warga setempat, ada yang kena busur punggung, lengan serta ada juga yang kena anak panah di wajahnya. Selain ada yang kena anak panah, ada sebuah rumah yang dibakar. Tempat tinggal tersebut tepatnya samping sebelah utara SD Mancani. Namun rumah tersebut cuma satu kamar saja yang dilalap si jago merah.

Untung saja pada saat rumah milik Samsuddin dibakar, banyak orang dewasa dalam rumah sehingga mereka dengan cepat menyiramnya dengan air. Sehingga api berkobar sekira 10 menit saja dan berhasil dipadamkan sehingga tempat tinggal Samsuddin bersama beberapa keluarganya tidak rata dengan tanah.

Pemilik rumah yang dijumpai KORAN SeruYA menuturkan sebelum rumahnya dibakar, sempat saling serang serang antara warga Lorong Uri dan Batu. Mereka saling serang sekira jam 16.00.

“Beberapa orang melempari rumah kami sehingga jendela yang ditutup seng robek. Pada saat penutup jendela rumahnya rusak, ada yang masuk membawa bensin botol dan dibuang masuk kamar lalu menyalakan korek langsung dibuang masuk di kamar ini,” jelas Samsuddin, Jumat (21/10/2016).

Dengan adanya pembakaran rumah yang terjadi, pemilik rumah sangat mengharapkan kepada petugas supaya para pelaku agar secepatnya tertangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sedangkan salah satu keluarga Samsuddin yang tinggal di rumah tersebut, mengatakan sekitar dua bulan yang lalu ada perjanjian yang disepakati kedua belah pihak kantor lurah. Isi perjanjian tersebut, siapa yang memulai akan ditangkap.

“Tapi kenapa dari pihak kepolisian tidak melakukan tindakan itu sampai saat ini terhadap para pelaku. Sedangkan kejadian ini sudah berulang kali sejak perjanjian itu disepakati. Polisi tidak tegas menindak pelaku, jadi berulang-ulang,” keluhnya.

Salah seorang warga yang enggan dikorankan namanya mengatakan sebelum kerusuhan ini meluas dan lebih parah, ia mengharapkan pihak pengamanan untuk bertindak tegas secepatnya, sebelum kejadian yang pernah terjadi di Dandang terjadi juga di sini.

“Dan saya sangat mengharapkan bukan cuman polisi yang bertugas di sini tapi TNI serta Brimob juga sangat kami harapkan kehadirannya di wilayah ini dan mendirikan pos pengamanan dan siap bertugas 1×24 jam demi keamanan dan kenyamanan warga setempat maupun para pengguna jalan yang melintas,” ungkap warga tersebut.

Sampai pukul 20.15, sekira 100-an personel Polres Palopo masih berjaga-jaga di tempat tersebut yang dipimpin langsung Kapolres Palopo AKBP Dudung Adijono. Dalam pertikaian ini personel Polres Palopo berhasil mengamankan beberapa anak busur. Selain anak busur, Polres Palopo juga mengamankan beberapa barang bukti di rumah Samsuddin.

Dari beberapa barang bukti yang diamankan dalam rumah Samsuddin diantaranya puluhan batu yang diduga digunakan melempar, pecahan botol bensin, anak panah, serta satu pasang sandal jepit warna hitam yang juga turut diamankan yang ditemukan kanit identifikasi Polres Palopo di depan rumah yang diduga sandal milik pelaku yang masuk melakukan pengrusakan dan pembakaran rumah.

Dengan adanya kerusuhan ini, jalan trans sepanjang kurang lebih 3 KM macet total dari dua penjuru. (Israillaingly/wandy).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen + fourteen =