Karemuddin
Karemuddin

KORAN SeruYA–Anggota DPRD Luwu Utara, Karemuddin, mengaku miris dengan adanya rencana pengadaan kondom bergetar sebanyak 200 buah oleh Pemkab Luwu Utara. Menurutnya, hal tersebut tidak cocok dengan budaya ketimuran.

“Ini alat yang tidak pantas disosialisasikan ke rakyat. Sangat tidak cocok dengan budaya kita,” kata Karemuddin, saat dihubungi, kemarin. Dia menjelaskan, kondom bergetar sama saja dengan seks toys (alat bantu seks). Persoalannya lanjut dia, setelah masyarakat kecanduan dengan kondom bergetar, apakah pemerintah akan setiap saat menyiapkan kondom jenis tersebut. Apalagi kata dia, jika masyarakat yang ketagihan itu berasal dari ekonomi lemah.

“Kalau masyarakat sudah ketagihan, apakah pemerintah akan selalu menyiapkan kondom bergetar itu. Baiknya, usulan tersebut dikaji secara lebih mendalam sebelum direalisasikan,” tegasnya.

 

Sebelumnya, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriyani, pada Musrenbang 2018 yang digelar di aula Lagaligo, Masamba, Selasa lalu, mengisyaratkan bakal mengakomodir usulan dari masyarakat Kecamatan Malangke tersebut. Indah justru memuji masyarakat yang dinilainya sudah mengerti dan paham akan program pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk.

Pakar Hukum Tata Negara, Prof Lauddin Marsuni, yang juga Putra Malangke, mengaku tidak setuju dengan rencana pengadaan kondom bergetar tersebut. Senada dengan Karemuddin, Lauddin Marsuni mengatakan kondom getar adalah alat bantu seks untuk memuaskan pasangan wanita.

“Jika ingin mengendalikan pertumbuhan penduduk, kondom bergetar bukan solusinya. Saya sebagai putra Pattimang Malangke saya tidak setuju dengan rencana pemkab Lutra tersebut,” katanya.
Beberapa apotik di kota Palopo mengaku tidak pernah melihat atau menjual kondom bergetar. Namun, salah satu pemilik apotik di Jl Ratulangi, bernama Yuyun menjelaskan sebenarnya kondom bergetar itu hanya memuaskan pasangan wanita.

Menurut Yuyun, kondom jenis tersebut pernah dijualnya seharga Rp 70 ribu per buah dan bisa digunakan hingga dua kali. Salah satu keistimewaanya adalah dalam satu kali berhubungan, pasangan wanita bisa ejakulasi hingga beberapa kali.

“Tapi jenis kondom ini sudah langka. Sudah dua bulan saya pesan tetapi belum juga dikirim. Kata distributornya, barangnya sementara kosong,” katanya. (fim/adn)