LAPORAN: Jumadi, Luwu Timur

KORAN SeruYA–Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai Rp3.164.700.000 terkait gugatan pengosongan lahan.

Penyelamatan uang negara ini dilakukan setelah majelis Pengadilan Negeri (PN) Malili yang diketuai, Khairul mengeluarkan putusan gugatan para penggugat tidak dapat diterima pada tanggal 13 Oktober lalu.

Kepala Seksi (Kasi) Datun Kejari Luwu Timur, Baso Sutrianti mengatakan, putusan yang dikeluarkan oleh majelis menyatakan kalau gugatan para penggugat tidak dapat diterima atau Niet Ontvankelijkeverklaard. Menurutnya, putusan itu telah menyelamatkan keuangan negara senilai Rp3.164.700.000.

“Seandainya gugatan para penggugat ini diterima maka pihak Pemda Luwu Timur tentunya harus membayar uang ganti rugi,” ungkap Baso diruang kerjanya, Senin 28 November 2016. Sebelumnya, pihak penggugat yakni Poraji dan Marten telah menggugat Bupati Luwu Timur soal pengosongan lahan dan perbuatan melawan hukum lapangan sepak bola yang berada di desa Tarengge, kecamatan Wotu, Luwu Timur, 12 Desember 2015 lalu.

Selain itu, Pemda juga digugat untuk membayarkan ganti rugi sebesar Rp3.164.700.000. Atas gugatan itu, Kasi Datun telah memberikan bantuan hukum kepada Pemda Luwu Timur berdasarkan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Pemda dan Kejari Lutim.
Bupati Luwu Timur, Thorig Husler, menyambut baik ditolaknya gugatan tersebut. Menurut dia, terkait aset yang dimiliki pemkab pihaknya sudah memerintahkan untuk instansi terkait untuk melengkapinya. Ini untuk mengantisipasi adanya gugatan dari warga. (adi/adn)