LUWU — Sudah dua hari ini, Salmiah (35) warga Dusun Balambang, Desa Raja, Kecamatan Bua, Luwu, harap-harap cemas menunggu kabar dari laut. Betapa tidak, sejak Sabtu malam, suaminya La Tahar (45) dinyatakan hilang dalam insiden tabrakan kapal. Sejak Minggu, Tim SAR, TNI, Polri dibantu nelayan melakukan pencarian. Hanya saja, hingga saat ini belum ada satupun yang berhasil menemukan La Tahar.

Ditemui di rumahnya, ibu tiga anak itu tampak tegar. Dia mengaku sama sekali tidak ada firasat. Semua berjalan seperti biasa. Sabtu usai sholat Ashar suaminya pamit melaut bersama empat warga lainnya sesama nelayan. ” Kebiasaan suami saya, sebelum berangkat bercanda dulu. Baik kepada saya maupun dengan anak-anak. Sama sekali tidak ada firasat sebelumnya, candaan Sabtu sore itu yang terakhir,” ungkapnya kepada wartawan di rumahnya, Senin (20/11) petang.

Salmiah berharap suaminya bisa segera ditemukan. ” Kami berharap beliau selamat. Kalau memang sudah meninggal, mayatnya bisa ditemukan agar dimakamkan dengan layak,” katanya.

Kepala Dusun Balambang, Mas Adi mengatakan, sehari-hari La Tahar dikenal sebagai lelaki pendiam dan tak banyak bicara. Dia mengaku sebelum berangkat ke laut sempat bertemu dengan La Tahar. ” Saya sempat tanya-tanya. Tapi dia hanya diam tak menjawab. Mungkin ini sudah tanda-tanda,” katanya.

Insiden kapal yang terjadi di sekitar 3 mil di Perairan Balambang itu menyebabkan seorang warga Balambang bernama Aprian (16) yang masih tercatat sebagai siswa SMA di Kabupaten Luwu. Di dalam perahu milik warga Raja ini terdapat lima orang nelayan. Tiga nelayan lainnya yakni Baba( 40), Rapli (16) dan Makmur alias Dg Aco (30) berhasil selamat. Adapun La Tahar hingga saat ini masih dicari. (eca)